Ngeseks dgn ABG bule

Jam sudah menunjukkan pukul 2.00 siang. Hari ini berlalu dengan sangat membosankan. Meeting tentang implementasi software masih saja berlangsung sedari pagi tadi. Si konsultan yang sok pinter itu masih melakukan presentasi tentang feature-feature softwarenya. Sudah penat pikiranku mendengarnya, sehingga kadang kala aku berpikir.. Kalau saja ini semua cuma film, aku tinggal menekan tombol "fast forward" saja biar cepat selesai. Aku terpaksa ikut meeting ini karena semua board of management datang, termasuk the big boss.., my dad.
Begitu seriusnya meeting tersebut, hingga makan siangpun dilakukan di ruang meeting dengan membeli nasi kotak. Shit! Because having lunch is my favorite time in the office.. He.. He..
Jam 3.15 selesai jugalah segala macam cobaan ini. Aku bergegas kembali keruanganku bersama Lia, sekretarisku. Di lobby tampak resepsionis baru, Dian, tersenyum sambil menganggukkan kepala tanda hormat. Kubalas senyumnya sambil memperhatikan Noni yang duduk di sebelah Dian. Resepsionis yang satu lagi ini tampak jengah dan pura-pura tidak melihatku. Memang akhir-akhir ini dia tampak ketakutan bila bertemu, mungkin karena sering aku pakai dia untuk memuaskan nafsu birahiku.
Resepsionis baru Dian, adalah bekas pegawai salon langgananku. Aku rekrut dia karena memang kantorku butuh resepsionis cadangan kalau-kalau Noni tidak masuk. Tetapi alasan utama adalah karena bentuk fisik terutama buah dadanya yang amat mengusik nafsu kelelakianku.
Lia kembali ke mejanya, sedangkan aku masuk ke ruanganku. Sesampai di dalam, kuhempaskan tubuhku di kursi sambil menghela nafas panjang. Kubuka laptopku untuk browsing internet guna menghilangkan penat. Aku buka situs "barely legal teens" yang menampilkan ABG bule yang cantik-cantik. Melihat gambar-gambar itu, tiba-tiba aku teringat pengalamanku beberapa tahun yang lalu ketika aku masih kuliah di Amerika.
*****
Aku tinggal di sebuah apartemen di daerah Anaheim, California. Apartemenku ini terletak tak jauh dari Disneyland, sehingga banyak turis yang berkunjung ke daerah itu. Aku mengambil pasca sarjana di sebuah universitas yang tak jauh dari apartemenku. Singkat kata, lokasi apartemenku ini strategis sekali, kemana-mana dekat.
Kadang kala di akhir pekan, bila tidak ada acara lain, aku berkunjung ke rumah sepupuku di Long Beach. Sepupuku ini, Linda, berusia jauh lebih tua dariku, dan mempunyai anak laki-laki remaja. Namanya Franky, berumur 17 tahun, dan waktu itu duduk di bangku SMA/high school.
Pada suatu hari, aku mendapat undangan bbq dari Linda, sepupuku itu. Kukebut Honda Civic-ku menembus belantara highway menuju Long Beach. Tak lama, akupun sampai di rumahnya yang mempunyai pekarangan cukup luas.
"Hi.. Bert, ayo masuk" Linda menyapaku.
"Sombong nih udah lama nggak ke sini"
"Sedang sibuk nih, banyak tugas" alasanku.
Memang beberapa minggu ini aku menghabiskan akhir minggu bersama-sama dengan teman-temanku.
"Hi.. Oom Robert" Franky menyapaku.
"Gimana notebook-nya sudah nggak pernah ngadat lagi khan?"
"Nggak Frank.. Kamu memang jago" pujiku.
Franky ini memang terkenal pintar, dan hobby komputer. Notebook-ku yang rusak bisa dia perbaiki, sedangkan saat aku bawa ke toko tempat aku membeli, aku disarankan untuk membeli yang baru saja. Wajahnya pun ganteng, hanya saja dia agak sedikit feminin. Berkacamata, selalu berpakaian rapi, dengan rambut kelimis disisir ke samping, membuatnya tampak smart, santun, dan.. Anak Mami.
"Ini Oom, kenalin my special friend" katanya.
Agak kaget juga aku melihat gadis ABG yang muncul dari dalam. Dia gadis bule seusia Franky, dengan tubuh yang tinggi semampai dan rambut pirang sebahu.
"Hi.. I am Kirsten" katanya menyapaku.
"Hello.. I am Robert. Nice to meet you" kataku sambil menatap matanya yang berwarna biru.
"Hebat juga kamu Frank" kataku menggoda. Diapun tertawa senang.
Kami pun lalu ke halaman belakang, dimana bbq diadakan. Beberapa tamu telah datang. Freddy, suami Linda tampak sedang mempersiapkan peralatannya. Akupun kemudian berbincang basa-basi dengannya.
Sepanjang acara, kadang aku lirik Kirsten, ABG bule itu. T-shirt warna hijau ketatnya memperlihatkan tonjolan buah dadanya yang terbungkus BH. Karena ukuran buah dadanya yang besar, saat dia berjalan, buah dadanya itupun bergoyang- goyang menggemaskan. Ditambah dengan celana pendek jeans yang memperlihatkan pahanya yang mulus menambah indahnya pemandangan saat itu. Celana jeans yang pendek itu kadang memperlihatkan sebagian bongkahan pantatnya. Memang saat itu sedang musim panas, sehingga mungkin wajar saja berpakaian minim seperti itu.
"Bert, kita mau minta tolong nih. Aku dan Freddy mau ke pesta penikahan temanku di New York. Tolong ya kamu jagain rumah sama si Franky. Tolong awasin dia supaya nggak macem-macem" Linda meminta bantuanku ketika kami telah menyantap makan malam kami.
"Yach OK deh.. Asal ada oleh-olehnya saja" jawabku.
"Beres deh.." sahut Linda sambil tertawa.
"Memang perlu juga nih pergantian suasana untuk beberapa hari", pikirku.
*****
"Frank.. Oom pergi dulu ke kampus. Ada tugas kelompok nih. Pulangnya agak malam, OK. Take care, and behave"
"Iya Oom.. Jangan kuatir." jawabnya sambil memakan cerealnya.
Sesampai di kampus, aku pun mulai menyelesaikan tugas bersama kelompokku. Ternyata cepat selesai juga tugas tersebut. Setelah makan siang di cafetaria, akupun kembali ke rumah sepupuku.
Tiba di depan rumah sepupuku itu, tampak sebuah mobil lain sedang parkir di halaman rumah. Akupun tak ambil pusing dan masuk ke ruang tamu lewat pintu belakang. Saat duduk si sofa, tiba- tiba kudengar suara- suara mencurigakan dari dalam kamar Franky. Akupun mengendap- endap menuju jendela kamarnya yang terkuak sedikit. Di dalam kulihat Kirsten sedang menciumi Franky dengan bernafsu.
"Come on open your mouth a little bit" katanya sambil kemudian terus menciumi Franky yang tampak kewalahan.
"Here touch my breasts" Kirsten menarik tangan Franky untuk kemudian diletakkannya di dadanya yang terbungkus tank top warna pink.
Aku terbeliak melihat pemandangan ini, dan tiba-tiba saja akalku berjalan. Aku bergegas ke ruanganku untuk mengambil videocam yang kugunakan kemarin untuk merekam pesta bbq. Saat aku kembali mengintip ke kamar Franky, tampak Kirsten mengangkat tank topnya sehingga menampakkan buah dadanya yang mulus dan ranum di depan wajah Franky.
"You may kiss them.. Come on.. Suck my breasts" katanya. Franky masih tampak terdiam bengong sehingga Kirstenpun tampak tak sabar dan menarik kepalanya menuju buah dadanya.
"Ahh.. Shit.. Yeah.. Suck it.. That's right.. Ahh" erangnya ketika Franky mulai menghisapi buah dadanya yang putih mulus berputing merah muda itu.
Kemaluanku memberontak di dalam celanaku, tapi tetap aku berkonsentrasi merekam semua adegan ini.
"Now it's my turn. I want to suck your cock. I want to taste Indonesian cock" Kirsten berkata seperti itu sambil berlutut di depan Franky. Dibukanya celana Franky sehingga tinggal celana dalamnya saja yang masih tertinggal.
Kirsten mulai menjilati kemaluan Franky dari luar celana dalamnya, sambil matanya menatap menggoda ke arah Franky.
"You like that? Hmm.. You like that? " erangnya menggoda.
"Ohh.." tiba-tiba Franky mengejang dan tampak cairan ejakulasinya membasahi celana dalamnya.
"Shit.. Franky.. You came already?" tampak Kirsten kecewa.
"You've never done this before huh?"
Frankypun tertunduk lesu, sementara Kirsten dengan sedikit kesal membenahi pakaiannya dan kembali bangkit berdiri. Saat itu aku mengambil keputusan untuk menerjang masuk ke dalam. Pintu ternyata tidak terkunci, dan mereka tampak kaget melihat aku masuk membawa video camera.
"What the hell are you doing?!!" tanyaku.
"Oh anu Oom.. Nggak kok.. Anu.." Franky tampak terbata-bata tidak bisa menjawab.
"It is not what it looks like. Nothing happened, sir.." Kirstenpun tampak agak sedikit ketakutan.
"Hey.. I got all the proof here" sahutku.
"I am going to tell your Mom and your parents too, Kirsten"
"Please don't.. Sir" tampak Kirsten mulai panik dan mencoba merayuku agar menyimpan rahasia ini. Sementara Franky tampak pucat pasi sambil mengenakan kembali pakaiannya.
"Stay here.. I want to talk with both of you" kataku sambil keluar membawa videocam meninggalkan mereka berdua. Kusimpan baik-baik barang bukti ini.
Sekembalinya ke ruangan itu, Franky dan Kirsten tampak gelisah duduk di tepi ranjang. Persis seperti maling yang tertangkap di tayangan Buser SCTV He. He..
"You won't tell anybody, will you sir? " tanya Kirsten berharap.
"Well.. It depends. If you let me fuck you.. I won't" jawabku.
Aku memang horny sekali melihat Kirsten saat itu. Dengan rok mini dan tank top-nya, tampak kesegaran tubuh ranum ABG bule ini.
"Lho kok.." tanya Franky kaget.
"Iya Frank. Oom pengen ngerasain pacarmu ini. Ngerti!! Sekalian kamu bisa belajar gimana lelaki sejati make love. Biar nggak malu-maluin" jawabku.
"You want to taste real indonesian cock, don't you? You little slut" kataku sambil meremas- remas rambut pirang Kirsten.
Akupun lalu duduk di samping gadis remaja bule ini di ranjang. Kuremas-remas pundaknya yang mulus.
"Pindah sana.. Duduk di kursi!!" perintahku pada Franky.
Kutarik wajah cantik Kirsten, dan kukulum bibirnya. Sementara tanganku meremas- remas buah dadanya dari balik tank topnya. Pertama kali dia tak memberikan reaksi, akan tetapi setelah beberapa lama, dia mulai mengerang nikmat.
"Hmm.. Hmm" erangnya ketika tanganku merogoh ke balik tanktopnya dan memilin puting buah dadanya yang telah mengeras.
Kuangkat ke atas tank topnya sehingga buah dadanya yang tak tertutup BH mencuat menantang di depan wajahku.
"You want me to suck your breast?" tanyaku.
"Hmm.. Yeah.. Please sir.." jawabnya mendesah.
"Ahh.. Sstt.. Oh yeah.." erangnya lagi ketika buah dadanya aku hisap sambil tanganku memainkan puting buah dadanya yang lain.
"Ini namanya nipple, Frank. Cewek biasanya suka kalau bagian ini dijilat dan dihisap. Ngerti?" kataku sambil menunjukkan cara menjilat dan menghisap puting buah dada kekasih cantiknya ini. Sementara Kirsten makin mengerang tak karuan menerima kenikmatan yang diberikan mulutku di dadanya.
"Ok now it is your turn to suck my cock. You want it, right?" tanyaku sambil berdiri menghadapnya yang duduk di atas ranjang.
"Come on open your present, you naughty girl!!" perintahku lebih lanjut.
Tangan halus Kirstenpun mulai membuka retsleting celanaku. Karena tak sabar, akupun membantunya membuka celana itu berikut celana dalamnya. Tampak kemaluanku sudah berdiri tegak dengan gagahnya di depan wajah cantik Kirsten.
"Is it big enough for you, Kirsten?" tanyaku sambil meremas-remas rambut pirangnya.
"Yes, sir.. Very big.." jawabnya sambil tangannya mengelus- elus kemaluanku. Matanya yang biru indah tampak sedang mengagumi kemaluanku yang besar.
"What are you waiting for? Come on suck my big Indonesian cock. Let your boyfriend watch!!" perintahku sambil sedikit mendorong kepalanya ke arah kemaluanku.
Kirstenpun mulai mengulum kemaluanku. Sesekali dijilatinya batang kemaluanku sambil matanya menatapku menggoda.
"You like it, huh?" tanyaku sambil meremas remas rambutnya gemas.
"Yes.. Very much, sir" katanya sambil tersenyum manis.
Tangannya yang halus mengocok-ngocok kemaluanku. Dijilatinya kepala kemaluanku, dan kemudian dikulumnya lagi senjata pamungkasku. Mulutnya yang berbibir tipis khas orang bule tampak penuh disesaki kemaluanku. Kusibakkan rambutnya yang jatuh menutupi, sehingga pipinya yang menonjol menghisapi kemaluanku tampak jelas tertampang di hadapan Franky.
"Lihat Frank.. Cewekmu suka banget kontol Oom. Makanya kalau punya kontol yang besar.." kataku menggoda Franky.
Di atas kursi, Franky terdiam bengong melihat pacar bulenya yang cantik sedang dengan lahap menghisapi kemaluanku. Tampak Franky mulai terangsang karena dia mulai memegang-megang kemaluannya sendiri.
"OK.. It's time to fuck you" kataku sambil melepas baju yang kukenakan sehingga aku sekarang sudah telanjang bulat.
Aku duduk di kursi di hadapan Franky dan kuminta Kirsten untuk menghampiriku. Kusuruh dia duduk dipangkuan membelakangiku. Kuciumi pundak Kirsten yang masih mengenakan tank topnya, dan kuraba pahanya yang putih menggairahkan itu. Sesampai di celana dalamnya, kusibakkan celana itu ke samping sehingga tampak vaginanya yang bersih tak berbulu, merekah mengundang. Kupermainkan jariku di vaginanya, dan kuusap- usap klitorisnya. Tubuh Kirsten agak sedikit melonjak sambil dia mengerang-erang kenikmatan.
"Yeaah.. That's it.. That's it" desahnya sambil menggelinjang.
"Ini namanya klitoris, Frank. Ini daerah paling sensitif. Catat itu!" kataku. Franky tampak masih mengusap-usap kemaluannya sendiri melihat kekasih bulenya kukerjai.
"You want me to fuck you now?" tanyaku pada Kirsten yang terus menerus mengerang dan mendesah.
"Please.. Please.." jawabnya.
"But your boyfriend is looking" kataku lagi.
"I don't care. Please fuck me, sir.." Kirsten menjawab sambil meraba-raba buah dadanya sendiri. Tanganku masih mengusap-usap kemaluan gadis remaja cantik ini sementara mulutku menciumi pundaknya yang bersih mulus.
Franky tiba-tiba berdiri dari kursi dan menuju Kirsten. Tangannya mengusapi rambut Kirsten sementara tangannya yang lain mulai membuka retsleting celana yang dikenakannya.
"Hey!! Mau ngapain kamu? Nggak usah ikut- ikut. Balik duduk sana. Kamu lihat saja dulu!!" perintahku. Dengan menurut Frankypun kembali duduk menatap pacarnya yang sedang akan disetubuhi Oomnya.
Kirsten mengarahkan kemaluanku ke vaginanya. Ketika dia merendahkan tubuhnya, sedikit demi sedikit kemaluanku pun memasuki tubuhnya.
"Hmm.. Oh my god.. Ohh.." erangnya ketika vaginanya disesaki kemaluanku.
"You like that?" tanyaku.
Kirsten tak menjawab, akan tetapi dia mulai menaik turunkan tubuhnya di atas pangkuanku. Badannya agak aku condongkan ke belakang hingga aku dapat menciumi bibirnya, tatkala kemaluanku memompa vagina ABG bule cantik ini. Tanganku menarik tanktopnya ke atas sehingga buah dadanya yang berayun- ayun menggemaskan dapat aku remas sepuas hati.
"Perhatikan baik-baik Franky. Begini caranya memuaskan pacarmu!!" kataku di sela-sela erangan Kirsten.
Setelah beberapa lama, aku turunkan tubuh Kirsten dari pangkuanku, dan kutarik dia menuju ranjang. Kurebahkan tubuhku di ranjang dan Kirsten kemudian menaiki tubuhku.
"I want to ride your big dick. Is it Ok, sir?" tanyanya.
"Yes.. Do it. Let your boyfriend watch and learn!" kataku.
Kembali vagina sempit Kirsten menjepit nikmat kemaluanku. Tubuh padatnya tampak naik turun menikmati kelelakianku, terkadang digesek-gesekkannya pantatnya maju mundur menambah sensasi nikmat yang aku rasakan.
"Oh my god.. So big.. Yes.. Yess.. Oh yess.." erang Kirsten sambil terus memompa kemaluanku.
Kulihat Franky sekarang sedang mengocok kemaluannya sendiri. Mungkin sudah tidak tahan dia melihat pacarnya aku setubuhi.
"Ohh.. I am cumming.. Yeahh.." jerit Kirsten sambil menjatuhkan tubuhnya dipelukanku.
Tampak butiran keringat membasahi keningnya. Kuusap rambutnya dan kuciumi wajahnya yang cantik itu.
"OK I want to cum in your pretty face. Suck it again" perintahku.
Kirstenpun kemudian menciumi wajahku, leherku kemudian menghisap puting dadaku. Kemudian dengan gaya menggoda, dia menjilati perutku dan terus menuju ke bawah. Tak lama kembali mulutnya menghisapi kemaluanku dengan bernafsu.
"Look at your boyfriend while you are sucking my cock!!" perintahku.
Kirsten pun menoleh ke kiri ke arah Franky sementara kemaluanku masih menyesaki mulutnya. Tangannya menyibakkan rambutnya sendiri, sehingga pacarnya dapat melihatnya dengan jelas ketika dia mengulum kemaluanku.
"Ehmm.. Ehmm.." erangnya sambil tangannya mengocok bagian bawah batang kemaluanku yang tidak muat masuk ke dalam mulutnya.
Aku memandang Franky sambil mengelus-elus rambut pirang pacarnya yang cantik ini. Tampak makin cepat Franky mengocok kemaluannya sendiri sambil menatap Kirsten yang sedang menghisapi kemaluanku.
"Ahh" Tak lama Frankypun menjerit ketika dia mengalami orgasme. Sementara Kirsten, pacarnya, masih menikmati kemaluanku dengan lahap.
"Oh shit.. I am cumming.." jeritku.
Kirsten membuka mulutnya ketika cairan ejakulasiku tersembur keluar mengenai wajah dan mulutnya.
*****
Mengenang kejadian itu, terasa nafsu birahiku timbul. Terlebih setelah melihat gambar di notebookku dimana seorang laki-laki sedang dihisap kemaluannya oleh seorang wanita, sementara dia melahap buah dada wanita yang lain dengan rakusnya.
"Masih ada waktu untuk melakukan seperti itu", pikirku setelah melihat jam tanganku. Memang sore itu aku ada janji untuk latihan driving dengan seorang teman.
"Lia.. Tadi bapak sudah pulang belum?" tanyaku lewat telepon pada sekretarisku.
"Sudah Pak.. Sehabis meeting tadi langsung pulang" jawabnya.
"Kalau gitu kamu kemari sebentar. Ajak Dian juga", perintahku lebih lanjut. Memang enak punya karyawati cantik.
Baca SelengkapnyaNgeseks dgn ABG bule

Nikmatnya produk korea

Namaku Andri, sekarang aku lagi kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Malaysia. Aku akan menceritakan pengalaman tak terlupakanku waktu SMU dulu.
Kejadiannya sekitar 2 tahun lalu, ketika aku masih bersekolah di sebuah sekolah internasional di kuala lumpur Malaysia. Seperti layaknya sebuah sekolah internasional, banyak sekali murid- muridnya yang berasal dari luar negeri. Akan tetapi, mayoritas berasal dari Korea atau yang lebih dikenal sebagai 'negeri ginseng.
Kisahku bermula ketika ada seorang gadis Korea yang baru saja masuk ke sekolahku. Namanya Kim Chi, dia baru duduk di bangku kelas 1 SMP. Tapi biarpun masih kelas 1 SMP, dia sudah memiliki tubuh seperti seorang gadis berusia 17 tahun lebih. Dengan sepasang buah dada yang condong ke depan dan bokong yang begitu montok.Saat itu juga timbullah niat busukku untuk mencumbui tubuhnya yang padat dan berisi itu.
Tapi untuk dapat menikmati tubuhnya itu, aku harus dekat dengan dia. Maka saat itu juga, kuputuskan untuk berkenalan.
"Halo, namaku Andri.. " ucapku sembari menawarkan tanganku. Dia pun menjabat tanganku dan memperkenalkan dirinya. Setelah cukup lama berbincang, akhirnya kita saling menukar nomor handphone. Dan sejak saat itu, aku pun sering SMS-an dan juga teleponan sama dia. Kita pun jadi dekat dan mulai berpacaran.
Minggu-minggu pertama pacaran merupakan minggu-minggu yang membosankan. Ini disebabkan si Kim Chi masih malu-malu kucing. Tiap kali aku ingin menciumnya, dia selalu menghindar. Dan dikalanya tanganku meraba paha ataupun buah dadanya, dia selalu menarik tanganku. Setelah kuselidiki, ternyata Kim Chi berasal dari sebuah sekolah khusus perempuan. Di mana tidak ada yang namanya pria atau lelaki sama sekali. Aku pun heran dan bertanya- tanya pada diriku sendiri, orangtua macam apa yang mau menyekolahkan anak perempuannya ke sekolah yang hanya berisikan perempuan saja.
Menurut teman- temannya, selama 6 tahun dia tidak pernah mengenal yang namanya laki-laki. Ya ampun, pasti dia belum pernah merasakan yang namanya dicium ataupun dipegang-pegang. Sejak mendengar cerita tersebut, aku pun memberanikan diri. Aku berkata padanya,
"Kalau dicium itu enak rasanya, apalagi kalau buah dada dan paha kamu diraba-raba.. "
Pada mulanya ia menolak dan enggan bibirnya kucumbui dan tubuhnya kupegang- pegang. Tetapi akhirnya, setelah kubujuk beberapa kali, Kim Chi pun mau dan ingin mencoba nikmatnya dicumbu dan diraba- raba. Maka mulai saat itu juga, setiap kali aku dan dia jalan, pasti ada adegan cium-ciuman dan pegang-pegangan. Aku dan Kim Chi sangat sering jalan berduaan di KLCC, sebuah shopping mall di Kuala Lumpur. Dan tempat yang paling aku gemari dari situ adalah di bioskopnya dan juga di tamannya. KLCC memiliki sebuah taman yang cukup besar, jadi seandainya tidak bisa melakukan 'hal-hal' tersebut di bioskop, maka taman merupakan tempat kedua paling cocok buat berduaan.
Pertama kalinya aku mendengar Kim Chi mendesah karena nikmat adalah ketika kami di taman KLCC. Saat itu kebetulan lagi sepi dan tidak banyak orang yang datang untuk belanja. Jadi kuputuskan untuk mengajak Kim Chi ke taman dan duduk berduaan di bawah pohon, tujuannya supaya tidak kelihatan orang lain. Setelah cukup lama berbincang, aku pun sudah tidak sabar lagi, maka langsung saja kuciumi lehernya dan menjilati telinganya. Kedua tanganku juga tidak tinggal diam, tangan kiriku meremas buah dadanya dan tangan kananku menelusuri roknya sambil mengelus-elus vaginanya. Ia pun mendesah dengan hebatnya,
"Aaah.. Aaah.. "
Mendengar desahannya itu, aku jadi tambah bernafsu dan langsung saja kuselipkan jari- jariku ke dalam BH-nya dan bermain dengan putingnya.
"Ya ampun.. Lembut sekali putingnya.. Begitu menggemaskan.. " bisikku dalam hati.
Jari-jariku pun kuselipkan ke dalam CD- nya, dan kurasakan betapa halusnya vagina si Kim Chi. Aku merasakan bulu-bulu halus yang baru tumbuh, tidak hanya itu, kurasakan pula cairan yang keluar membasahi vaginanya.
"Aaah.. Aaah.. Andri.. " desahannya semakin menjadi-jadi sembari memelukku dengan erat. Ia begitu lemas dan tidak berdaya, memeluk dan mencium-cium kecil saja yang dapat ia lakukan pada saat itu.
"Gimana rasanya Chi? Enak kan?" tanyaku padanya. Ia hanya dapat menganggukkan kepalanya saja dan tersenyum malu. Kim Chi kelihatan begitu lelah sekali, wajar saja, ini merupakan pengalaman pertamanya. Pertama kalinya vagina dan buah dadanya dimainkan seorang laki-laki. Maka kuputuskan untuk mengantarnya pulang ke rumahnya saja.
"Chi, kamu aku antar pulang ya, kamu kelihatan capek sekali.. "
Kembali ia diam saja tak mengatakan sepatah kata pun, hanya menganggukkan kepalanya saja. Aku jadi merasa bersalah karena telah berbuat demikian pada dirinya, apalagi kita ini baru saja saling mengenal. Tetapi pemikiranku salah, aku salah besar. Ternyata setelah kejadian itu, si Kim Chi jadi lebih bernafsu. Dia berubah menjadi seorang cewek yang nafsuan, yang sangat liar. Setiap kali ada waktu kosong di sekolah, ketika semua murid lagi pada di dalam kelas, atau di kala semua orang lagi makan siang di kantin, pastinya si Kim Chi selalu mengajakku melakukan "hal-hal" tersebut secara diam- diam.
Kamar mandi guru, kelas kosong, ataupun di kamar mandi cewek. Tempat-tempat ini merupakan tempat- tempat yang paling digemari Kim Chi buat melakukan 'hal-hal' tersebut denganku. Pokoknya setelah kejadian di taman KLCC waktu itu, Kim Chi jadi lebih liar dan ganas. Malah ia jadi begitu aktif memainkan penisku. Yang tadinya tidak tahu sama sekali cara memainkan penisku, jadi sangat aggresif memainkannya. Ia sangat menggemari kegiatan meremas- remas penisku. Kim Chi menjadi seorang cewek yang sangat nakal.
Aku pun mulai mengajari dia cara memainkan vaginanya sendiri ataupun bermain dengan putingnya alias masturbasi. Bukan hanya itu, aku juga mengajarinya cara berphone sex. Sepertinya Kim Chi begitu menikmati phone sex soalnya setiap kalinya aku telpon, dia pasti selalu menanyakanku untuk melakukan phone sex. Karena keseringan melakukan phone sex dan juga 'hal-hal' tersebut, maka aku beranggapan kalau sudah waktunya gadis Korea ini merasakan sex yang sungguh- sungguhan. Apalagi sekarang ini, dia sudah menjadi sangat liar dan aggresif, pasti berhubungan sex dengan dia merupakan hal yang tidak cukup sulit.
Aku pun terus berpikir, kapan waktu yang paling bagus buat menghilangkan keperawanan si Kim Chi, dan di mana tempat yang paling sesuai buat melakukan itu semua. Setelah cukup lama berpikir, akhirnya aku menemukan jawabannya. Aku baru ingat kalau aku pernah tanya sama si Kim Chi, kalau dia sudah pernah atau belum dikasih hadiah ulang tahun sama cowok. Kim Chi pun berkata kalau ia belum pernah dikasih hadiah ulang tahun sama cowok, dan ia ingin sekali mendapatkan hadiah ulang tahun dari cowok. Maka kuputuskan untuk melakukannya pada hari ulang tahunnya, di aparteman temanku yang kebetulan lagi kosong dan kuncinya dititipkan padaku.
Tibalah hari ulang tahun Kim Chi yang ke 13, aku pun mengajaknya makan dan jalan-jalan, seperti biasa di KLCC. Setelah cukup lama keliling KLCC, aku pun bertanya kepada Kim Chi,
"Chi.. Kamu mau nggak ikut aku ke suatu tempat spesial? Di sana aku sudah nyiapin sebuah hadiah yang sangat bagus buat kamu.. Kamu bilang kamu ingin banget dapet hadiah ulang tahun dari cowok.. Biarin aku jadi cowok pertama yang kasih kamu hadiah ulang tahun.. "
Kim Chi kelihatan sangat gembira dan setuju dengan tawaranku. Maka pergilah kami ke aparteman temanku itu. Sesampainya di sana, aku langsung saja membawa Kim Chi ke kamar yang sudah kusiapkan. Setelah masuk ke kamar, aku pun mengunci pintu dan langsung saja menanggalkan semua pakaianku. Aku hanya memakai CD-ku saja.
"Eh Andri.. Kamu ngapain buka-buka pakaian kamu? Memangnya kamu mau ngapain? Terus, hadiah yang kamu janjikan ke aku mana?"
"Hadiahnya ya ini Chi.. Kita bisa buat yang gitu- gitu sampai puas.. Plus, biasanya kan kita cuma pegang-pegangan tapi nggak sampai lihat dalamnya kan? Kamu masa nggak mau liat penisku bentuknya gimana.. Masa nggak mau liat apa yang ada di balik CD putih ini.. "
Dan seperti biasa, ia hanya tersenyum malu sambil menganggukkan kepalanya. Tapi yang membuatku sangat bernafsu ialah ketika ia menjulurkan lidahnya sambil menggigit-gigit bibirnya. Aku langsung menerkamnya dan menariknya ke tempat tidur. Kubuka kancing bajunya satu demi satu dan juga roknya sehingga ia hanya memakai BH dan CD saja. Betapa indahnya pemandangan pada saat itu, apalagi BH dan CD yang dipakai Kim Chi jenis BH dan CD yang transparan atau tembus pandang. Aku bisa melihat puting dan juga vaginanya secara samar-samar. Aku langsung menuju ke buah dadanya yang sangat menggiurkan dan menanggalkan BH yang dipakainya.
"Wah.. Indah sekali buah dadanya.. Begitu putih dan mulus.. Padat berisi sekitar 34-B. " Dengan puting yang sangat imut dan masih berwarna merah jambu. Langsung saja kuciumi dan kujilati buah dadanya yang sangat lezat itu. Aku juga menyempatkan untuk menggigit putingnya yang ternyata begitu kenyal dan nikmat. Ia mendesah dengan hebatnya,
"Aaah.. Ooohh.. ", sambil menarik-narik rambutku.
Setelah puas mengulum buah dadanya, aku pun turun ke perutnya. Kembali kuciumi dan kujilati perutnya itu. Ia menggelinjang karena kegelian dan semakin menarik rambutku. Aku turun dan turun hingga ke vaginanya. Kuarahkan lidahku ke clitorisnya dan memainkannya seenakku. Kim Chi pun kembali mendesah sembari menarik rambutku, namun kali ini desahannya begitu keras,
"Oooh.. Aaah.. Andri.. Oh yeah.. Aaah.. Jangan berhenti.. "
Desahannya tersebut membuatku semakin bernafsu, membuatku mempercepat permainan lidahku pada clitorisnya. Ia pun mendesah lagi dan nampaknya akan segera menyemprot. Dan betul dugaanku, cairan asin menyemprot ke mukaku yang sedang menjilati vaginanya. Kim Chi pun kelihatan lemas sekali setelah kulakukan foreplay pada dirinya.
Namun demikian, aku tidak ingin sampai di situ saja. Aku menyuruhnya untuk mengulum penisku. Ia pun menurut dan langsung menggenggam penisku dan memasukkannya ke dalam mulutnya.
"Oh yeah.. Oohh.. Chi.. Oooh.. Nikmat sekali.."
Ia begitu pintar memainkan penisku. Diputar-putar, dijilat-jilat, terus dicelupin ke mulutnya. Bukan hanya itu, ia juga bermain dengan kedua bijiku.
"Pintar sekali ini cewek..", ujarku dalam hati. Ia menyedot dan juga menjilati kedua bijiku dengan variasi yang berbeda.
"Oooh.. Oooh.. Oh yeah.."
Aku pun akhirnya keluar dan menyemprotkan semua spermaku ke dalam mulutnya. Karena baru pertama kali melakukan ini, Kim Chi menelan habis semua spermaku. Ia merasa jijik dan ingin muntah setelah menelan semuanya. Aku hanya bisa tertawa melihat ekspresi wajahnya yang begitu polos dan lugu.
Setelah cukup lama berbaring di atas ranjang, Kim Chi pun menyuruhku mengantarnya pulang, apalagi hari sudah hampir malam dan orangtua Kim Chi pasti mencarinya. Akan tetapi, aku belum mengijinkannya untuk pulang.
"Chi, kamu mau ke mana? Jangan buru- buru.. Aku masih ada satu lagi hadiah ulang tahun buat kamu.."
Ia pun heran dan bertanya-tanya. Aku hanya menyuruhnya menutup matanya saja.
"Inilah kesempatanku untuk merasakan vaginanya dan menghilangkan keperawanannya.. ", bisikku dalam hati.
Dan tanpa basa-basi, aku dengan perlahan memasukkan batang penisku ke dalam liang vaginanya. Kim Chi pun kaget dan membuka matanya, ia mau melepaskan diri dan menghindar. Tapi aku menahannya dan membisikkan arah telinganya,
"Chi.. Kamu jangan takut.. Apa pun yang akan terjadi, aku tetap sayang sama kamu dan akan bertanggung jawab.."
Kim Chi pun hanya dapat menangis kesakitan ketika kumasukkan seluruh batang penisku ke dalam vaginanya. Dan di situ juga, kusaksikan darah mengalir dari liang vaginanya. Aku telah menghilangkan keperawanannya.
Kurasakan dinding- dinding vaginanya yang begitu hangat menjepit penisku. "Oooh.. Aaahh.." Nikmat sekali rasanya. Kim Chi hanya dapat menangis dan menangis, karena keperawanannya telah hilang. Aku pun kembali mengecup keningnya dan berkata,
"Chi.. Aku nggak akan meninggalkan kamu.. Aku akan bertanggung jawab.. Kamu jangan nangis ya.." Ia mengangguk dan menurut saja.
Keesokan harinya aku mengantar Kim Chi ke rumahnya. Setelah itu aku berkata padanya kalau aku enggak akan ninggalin dia. Tapi aku berbohong, aku belum siap untuk semua ini. Aku belum siap menjalin hubungan seperti ini.
Aku pun berbohong kepada Kim Chi dan mengatakan kalau aku akan balik ke Indonesia dan tidak akan kembali lagi. Ia mencoba menelponku dan juga mengSMSku. Tapi aku sudah terlanjur membuang kartu telponku dan menukarnya dengan yang baru. Aku pun pindah ke kota lain, kota yang jauh dari Kuala Lumpur, kota yang jauh dari Kim Chi.
Aku begitu menyesal dengan apa yang telah terjadi. Tidak kusangka nafsu seorang pelajar kelas 3 SMU yang berlebihan, bisa menghancurkan masa depan seorang gadis yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP. 2 tahun telah berlalu, dan aku pun tidak mengetahui kabar terbaru dari Kim Chi. Aku harap dia baik-baik saja.
Kisahku memang kampungan dan terlampau kuno. Tapi aku baru sadar, nafsu yang terlalu berlebihan tidaklah baik. Melakukan hubungan sex dengan gadis Korea memanglah nikmat, dan kuakui itu memang cita-citaku dari dulu. Tapi akibat nafsuku yang berlebihan itu, semuanya menjadi begitu fatal.
Baca SelengkapnyaNikmatnya produk korea

Tari, perawan innocen


Kring.. Kring.. HP-ku berbunyi. Saat itu aku berada di kantorku sedang membaca surat- surat dan dokumen yang barusan dibawa Lia, sekretarisku, untuk aku setujui. Kulihat di layar tampak sebuah nomor telepon yang sudah kukenal.
"Hello.. Dita.. Apa kabar" sapaku.
"Hi.. Pak Robert.. Kok udah lama nih nggak kontak Dita"
"Iya habis sibuk sih" jawabku sambil terus menandatangani surat- surat di mejaku.
"Ini Pak Robert.. Ada barang bagus nih.." terdengar suara Dita di seberang sana.
Dita ini memang kadang- kadang aku hubungi untuk menyediakan wanita untuk aku suguhkan pada tamu atau klienku. Memang terkadang untuk menggolkan proposal, perlu adanya servis semacam itu. Terkadang lebih ampuh daripada memberikan uang di bawah meja.
"Bagusnya gimana Dit?" tanyaku penasaran.
"Masih anak anak Pak.. Baru 15 tahun. Kelas 3 SMP. Masih perawan"
Mendengar hal itu langsung senjataku berontak di sarangnya. Memang sering aku kencan dengan wanita cantik, ABG atupun istri orang. Tetapi jarang- jarang aku mendapatkan yang masih perawan seperti ini.
"Cantik nggak?" tanyaku
"Cantik dong Pak.. Tampangnya innocent banget. Bapak pasti suka deh.." rayu Mami Dita ini.
Setelah itu aku tanya lebih lanjut latar belakang gadis itu. Namanya Tari, anak keluarga ekonomi lemah yang perlu biaya untuk melanjutkan sekolahnya. Orang tuanya tidak mampu menyekolahkannya lagi sehabis SMP nanti, sehingga setelah dibujuk Dita, dia mau melakukan hal ini.
"Minta berapa Dit? " tanyaku
"Murah kok Pak.. cuma lima juta"
Wah.. Pikirku. Murah sekali.. Aku pernah dengar ada orang yang beli keperawanan sampai puluhan juta. Singkat kata, akupun setuju dengan tawaran Dita. Aku berjanji untuk menelponnya lagi setelah aku sampai di lokasi nanti.
"Lia.. Ke sini sebentar" kutelpon sekretarisku yang sexy itu. Tak lama Lia pun masuk ke ruanganku. Sambil tersenyum manis dia pun duduk di kursi di hadapanku.
"Ada apa Pak Robert?" tanyanya sambil menyilangkan kakinya memamerkan pahanya yang putih.
Belahan buah dadanya tampak ranum terlihat dari balik blousenya yang agak tipis. Ingin rasanya aku nikmati dia saat itu juga, tetapi aku lebih ingin menikmati perawan yang ditawarkan Dita. Toh masih ada hari esok untuk Lia, pikirku.
"Saya perlu uang lima juta untuk entertain klien. Tolong minta ke bagian keuangan ya" kataku.
"Baik Pak" jawabnya.
"Ada lagi yang bisa saya bantu Pak Robert..?" Lia berkata genit sambil menatapku menggoda.
"Nggak.. Mungkin lain kali Lia.. Saya sibuk banget nih" kataku pura-pura.
Aku tak ingin staminaku habis sebelum bertempur dengan Tari, anak SMP itu. Liapun beranjak pergi dengan raut muka kecewa, dan tak lama dia kembali membawa uang yang aku minta beserta slip tanda terima untuk aku tandatangani.
"Nanti kalau perlu lagi, panggil Lia ya Pak" katanya masih mengharap.
"Baik Lia.. Saya pergi dulu sekarang. Jangan telepon saya kecuali ada emergency ya" jawabku sambil mengemasi laptopku.
Tak lama akupun sudah meluncur dengan Mercy kesayanganku menuju hotel di kawasan Semanggi. Akupun cek in di hotel yang berdekatan dengan plaza yang baru dibangun di daerah itu. Setelah mendapatkan kunci akupun bergegas menuju kamar suite di hotel itu.
Setiba di kamar, kutelpon Dita untuk memberitahukan lokasiku. Dia berjanji untuk datang sekitar satu jam lagi. Sambil menunggu kunyalakan TV dan menonton siaran CNN di ruang tamu kamarku. Sedang asyik- asyiknya melihat berita perang di Irak tiba-tiba HP-ku berbunyi.
"Sialan Lia. Aku khan sudah bilang jangan telepon." pikirku sambil mengangkat telepon tanpa melihat caller ID- nya.
"Halo. Pak Robert.. Ini Santi" kata suara di seberang sana. Santi ini adalah istri dari Pak Arief, manajer keuangan di kantorku.
"Oh Santi.. Aku pikir sekretarisku. Ada apa San?"
"Nggak Pak Robert.. Cuma kangen aja. Pengin ketemu lagi nih Pak.. Aku pengin ulangi kejadian yang di pesta dulu itu. Bisa ketemuan nggak Pak hari ini?"
"Wah.. Kalau hari ini nggak bisa San.. Aku sedang di tempat klien nih" jawabku mengelak.
"Khan minggu depan suamimu sudah pergi.. Jadi kita bisa puas deh nanti seharian" lanjutku.
"Habis Santi udah kangen banget Pak.." rengeknya.
"Sabar ya sayang.. Tinggal beberapa hari lagi kok" hiburku.
"OK deh.. Sorry kalau mengganggu ya Pak" katanya menyudahi pembicaraan.
Wah, ternyata dia sudah tak sabar kepengin aku kencani, pikirku. Mungkin baru pertama dia bertemu dengan laki-laki jantan sepertiku di pesta perkawinan dulu. Kemudian aku telepon Lia untuk menanyakan kepastian kepergian Pak Arief ke Singapore, yang dijawab bahwa semuanya sudah confirm dan Pak Arief akan berangkat tiga hari lagi.
Setelah satu jam setengah aku menunggu, terdengar bunyi bel kamarku. Kubuka pintu kamarku dan tampak Dita bersama seorang gadis belia, Tari.
"Maaf Pak Robert. Tadi Tari baru pulang dari latihan pramuka di sekolahnya" alasan Dita. Mungkin tampak di wajahku kalau aku kesal menunggu mereka.
"OK nggak apa.. Ayo masuk" kataku sambil memperhatikan Tari.
Hari itu dia mengenakan tanktop yang memperlihatkan bahunya yang putih mulus. Juga rok mini jeans yang dikenakan menambah cantik penampilannya. Tubuhnya termasuk bongsor untuk anak seusia dirinya. Dari balik tanktopnya tersembul buah dadanya yang baru tumbuh. Yang membuat aku kagum adalah wajahnya yang cantik dan terkesan innocent.
"Tari.. Ini Oom Robert" kata Dita memperkenalkanku padanya.
Kuulurkan tanganku dan disambutnya sambil berkata lirih, "Tari.."
Kemudian kami bertiga duduk di sofa, dengan Tari duduk disamping sedangkan Dita berhadapan denganku. Kurengkuh pundak Tari dengan tangan kiriku, sambil kuelus-elus sayang.
"Gimana Pak.. OK khan" Dita bertanya
"OK.. Kamu jemput lagi aja nanti" jawabku sambil mengelus dan meremas lengan Tari yang mulus itu gemas. Setelah itu Dita pamitan, tentu saja setelah menerima pembayarannya.
"Kamu lapar nggak Tari? Kita pesan makanan dulu yuk" saranku.
Dia hanya menganggukkan kepalanya. Sekarang memang sudah waktunya makan malam, dan aku tak mau staminaku tidak prima hanya karena perutku yang lapar. Apalagi ternyata gadis yang dibawa Dita ini cantik sekali.
"Pesan apa?" tanyaku sambil memberikan room service menu padanya.
"Nasi goreng aja Oom"
"Minumnya?"
"Minta susu boleh Oom?" jawabnya.
Langsung aja aku pesan beefsteak dan bir untukku, dan nasi goreng serta susu untuk Tari. Sambil menunggu pesanan datang, kamipun menonton TV.
"Channelnya Tari ganti ya Oom" katanya sambil mengambil remote.
"Oh ya.. Oom juga bosen lihat perang terus" jawabku sambil mengagumi keindahan Tari.
Setelah dia duduk, kuelus-elus rambutnya yang berpita dan panjangnya sebahu itu. Tari kemudian mengubah channel TV ke channel Disney. Rupanya dia suka menonton film kartun. Maklum masih anak- anak, pikirku.
"Kamu sudah punya pacar?" tanyaku setelah kami terdiam beberapa saat.
"Belum Oom.."
"Kenapa?" tanyaku lagi
"Tari khan masih kecil.." katanya sambil terus menatap adegan kartun di TV.
Aku pun makin bernafsu mendengar jawabannya. Yah.. Akulah nantinya yang akan menikmatimu untuk pertama kalinya he.. He.. Kuciumi pipinya sambil kuelus-elus pahanya. Tari nampak tak terbiasa dan bergerak agak menghindar. Pahanya yang putih mulus makin tersibak menampakkan pemandangan yang indah. Tanganku kemudian meraba dadanya yang baru tumbuh itu. Kemudian kupegang wajahnya dan kucium bibirnya. Tampak sekali bahwa dia belum berpengalaman dalam hal seperti ini. Tanganku sudah ingin melucuti tanktopnya ketika tiba- tiba bel kamarku berbunyi.
"Room Service" terdengar suara di depan kamarku.
Akupun berdiri meninggalkan Tari untuk membuka pintu. Tampak ada perasaan lega di raut wajah Tari ketika aku beranjak pergi.
"Ada pesanan lagi Pak?" tanya petugas room service setelah meletakkan makanan di meja.
"Nggak" jawabku
"Mungkin buat anaknya?" tanyanya lagi
"Mungkin nanti menyusul" kataku sambil menandatangani bill yang diserahkannya.
Aku geli juga mendengar si petugas menyangka Tari adalah anakku. Memang pantas sih dilihat dari perbedaan umur kami.
Kamipun lalu menyantap makanan kami. Tari menikmati nasi goreng dan segelas susunya sambil terus menonton kartun kesayangannya.
"Mau buah Tari?" kataku sambil mengambil buah- buahan dari minibar.
"Nggak Oom.. Udah kenyang. Dibungkus aja boleh ya Oom.. Untuk adik di rumah" katanya.
Hm.. Benar-benar manis ini anak, pikirku. Dalam hati aku kasihan juga pada dia, tapi aku tak dapat menahan nafsu birahiku untuk menikmati tubuhnya yang muda itu.
Aku makan satu buah apel dan kuberikan sisanya padanya. Diterimanya buah- buahan itu dan kemudian dimasukkan dalam tasnya. Akupun kembali duduk disampingnya dan kemudian kuambil remote dan kumatikan TVnya.
"Ayo sayang kita mulai ya.." kataku sambil menciumi pundaknya yang terbuka.
Aku kemudian beralih menciumi bibirnya sambil tanganku meremas- remas dadanya. Tak ada response darinya. Ketika tangannya yang mungil aku letakkan di atas kemaluanku, dia diam saja.
"Kok diam saja sih!!" Bentakku.
"Oom.. Tari nggak pernah Oom.. Belum ngerti" jawabnya lirih ketakutan.
"Ya sudah sini kamu.." kataku sambil beranjak ke meja dimana laptopku berada. Tari mengikutiku dari belakang. Langsung kusetel film BF yang aku simpan di dalam harddiskku.
"Ayo sini duduk Oom pangku" kataku.
Taripun duduk di atas pangkuanku sambil melihat adegan persetubuhan dimana seorang wanita bule cantik sedang dengan rakusnya mengulum kemaluan orang berkulit hitam.
Mata Tari tampak takjub melihat adegan yang pasti baru pertama kalinya dia lihat itu. Sementara aku menciumi dan menjilati pundak dan lehernya yang jenjang dari belakang. Tangankupun telah masuk ke dalam tanktopnya dan meremas-remas buah dadanya yang masih tertutup BH itu. Kutarik ke atas cup BHnya sehingga tangankupun leluasa menjelajahi dan meremas buah dadanya yang mulai tumbuh itu. Kupilin perlahan puting dadanya yang mulai mengeras.
"Oom.. Jangan Oom.. Tari malu" katanya sambil menatap adegan di laptopku dimana si wanita bule sedang mengerang-erang nikmat disetubuhi dari belakang.
"Nggak usah malu sayang" jawabku sambil agak memutar tubuhnya sehingga aku leluasa menikmati dadanya.
Kulumat buah dada yang baru tumbuh itu dan kujilat lalu kuisap putingnya yang kecil berwarna merah muda itu. Sementara tanganku yang satu telah merambah paha sampai mengenai celana dalamnya.
"Pelan-pelan Oom.. Sakit" desahnya ketika tanganku mengusap- usap kemaluannya setelah celana dalamnya aku sibak. Mulutku masih sibuk mencari kepuasan dari buah dada anak belia ini.
"Kamu cantik sekali Tari.. Ohh yeah.." kataku meracau sambil mengulum dan menjilati buah dadanya.
Tanganku mengelus-elus pundaknya yang jernih, sedangkan yang satunya sedang merambah kemaluan anak perawan ini. Kemaluanku tampak memberontak di dalam celanaku, bahkan sudah mengeluarkan cairannya karena sudah sangat terangsang.
Kuturunkan Tari dari pangkuanku, dan akupun berdiri didepannya. Kuciumi bibirnya dengan ganas sambil tanganku meremas-remas rambutnya.
"Emmhh.. Emmhh.." hanya itu yang terdengar dari mulut Tari.
Kumasukkan lidahku dan kujelajahi rongga mulutnya. Sementara kuraih tangan Tari dan kuletakkan ke kemaluanku yang sudah sangat membengkak. Tetapi lagi-lagi dia hanya diam saja. Memang dasar anak-anak, belum tahu cara memuaskan lelaki, pikirku. Dengan agak kesal kutekan pundaknya sehingga dia berlutut di depanku. Dia agak berontak akan bangun lagi.
"Ayo.. Berlutut!!" kataku sambil menarik rambutnya.
Tampak air mata Tari berlinang di sudut matanya. Dengan cepat aku lepas celana dan celana dalamku, sehingga kemaluanku berdiri dengan gagah di depannya.
"Ayo isap!!" perintahku pada Tari yang tampak ketakutan melihat kemaluanku yang sebesar lengannya itu. Kugenggamkan tangannya pada kemaluanku itu.
"Ampun oomm.. Jangan Oom.. Besar sekali.. Nggak muat Oom" katanya mengiba-iba. Terasa tangannya bergetar memegang kemaluanku.
"Ayo!!" bentakku sambil menarik rambutnya sehingga kemaluankupun menyentuh wajahnya yang imut dan innocent itu.
Tampak Tari sambil menahan tangisnya membuka mulutnya dan akupun sambil berkacak pinggang menyorongkan kemaluanku padanya.
"Aahh.. Yes.. Make Daddy happy.." desahku ketika kemaluanku mulai memasuki mulutnya yang mungil. Akupun mengelus-elus rambutnya yang berpita itu dengan penuh kasih sayang ketika Tari mulai menghisapi kemaluanku.
"Ayo jilati batangnya.. Sayang" kataku sambil mengeluarkan kemaluanku dari mulutnya. Taripun mulai menjilati batang kemaluanku dengan perlahan.
"Ayo isap lagi" instruksiku lagi sambil tanganku mengangkat dagunya dan menyorongkan kemaluanku padanya. kemaluanku untuk mengambil nafas, sementara aku tertawa geli melihatnya.
"Sudah. Oom.. Jangan lagi Oom" Tari memohon. Air matanya tampak menetes di pipinya
"Oom belum puas. Ayo lagi!!" bentakku sambil menjambak rambutnya, sehingga wajahnya terdongak ke atas menatapku.
Taripun terisak menangis, tetapi kemudian dia kembali menjilati dan mengulum kemaluanku. Pemandangan di kamar hotel itu sangatlah indah menurutku. Seorang laki- laki dewasa dengan tubuh tinggi besar sedang berkacak pinggang, sementara seorang anak di bawah umur dengan wajah tanpa dosa sedang mengulum kemaluannya.
Mungkin sekitar 15 sampai 20 menit aku ajari anak perawan itu cara untuk memberikan kepuasan oral pada lelaki. Setelah itu aku merasakan kemaluanku akan meledakkan cairan ejakulasinya.
"Buka mulutmu!!" perintahku pada Tari sambil mengeluarkan kemaluanku dari kulumannya.
Kemudian kukocok- kocok kemaluanku sebentar, dan kemudian muncratlah cairan spermaku ke dalam mulutnya dan sebagian mengenai wajahnya.
"Oh.. Yeahh.. Nikmat.. Kamu hebat Tari.." erangku saat orgasme.
"Ayo telan!!" perintahku lagi ketika melihat dia akan memuntahkan spermaku keluar.
Tampak dia berusaha menelan spermaku, walaupun karena jumlahnya yang banyak, sebagian meleleh keluar dari mulutnya. Diambilnya tisu dan dibersihkannya wajahnya sambil membetulkan pakaiannya sehingga rapi kembali. Dia pun kemudian mengambil dan meminum habis sisa susunya. Sementara aku pergi ke toilet untuk buang air kecil.
Sekembalinya aku dari toilet, tampak Tari sedang duduk gelisah di sofa. Pandangan matanya tampak kosong dan berubah menjadi takut ketika melihat aku menghampirinya. Aku tersenyum dan duduk disampingnya. Kembali kuelus-elus pundak dan tangannya.
"Omm.. Tari pengin pulang Oom.. Tari capek.." katanya.
"Yach kamu istirahat dulu aja sayang" jawabku sambil mencium pipinya.
Kamipun duduk terdiam. Kusetel kembali TV yang masih menayangkan acara kartun kesukaannya itu. Kuusap-usap tubuhnya yang duduk di sampingku sambil sesekali kuciumi. Aku menunggu hingga kejantananku bangkit kembali.
Aku beranjak ke meja dimana laptopku masih menayangkan adegan syur semenjak tadi. Di layar sekarang seorang pria bule sedang dihisap kemaluannya oleh dua wanita cantik. Yang satu bule juga, sedangkan yang lain wanita Asia, kalau tidak salah Asia Carrera namanya. Memang film produksi Vivid ini bagus sehingga aku menyimpannya di harddiskku. Melihat adegan demi adegan di layar, kejantananku pun perlahan bangkit kembali. Kudatangi sofa dimana Tari berada. Tari tampak gelisah ketika aku berlutut di depannya.
"Aku ingin menikmati memekmu sayang" kataku sambil menyibakkan rok mininya. Kuciumi pahanya dan kujilati sampai mengenai celana dalamnya. Kemudian kulepas celana dalamnya itu sehingga vaginanya yang bersih tak berbulu itu tampak mempesonaku.
"Jangan Oom.. Tolong Oom" kata Tari ketika tanganku mulai meraba kemaluannya. Karena gemas, langsung aku jilati dan isap vaginanya. Lidahku menari-nari dan kumasukkan ke dalam liangnya yang perawan itu.
"Uhh.. Ampun Oom.." erangnya ketika aku menemukan klitorisnya dan langsung kuhisap. Sementara tanganku naik ke atas meremas buah dadanya. Kupilin- pilin putingnya sehingga mulai mengeras. Sementara vaginanya pun sudah mengeluarkan lendir tanda dia telah siap untuk disetubuhi.
"Ayo kita lanjutkan di ranjang, manis.." kataku sambil merengkuh tubuhnya dan menggendongnya. Aku ciumi bibirnya sambil badannya tetap aku gendong menuju kamar tempat tidur.
Kurebahkan tubuhnya di ranjang, dan akupun mulai melucuti pakaianku. Tampak kemaluanku sudah kembali membengkak ingin diberi kenikmatan oleh anak kecil ini. Tari tampak memandangku dengan tatapan mengiba. Matanya menampakkan ketakutan melihat ukuran kemaluanku.
Langsung kuterkam tubuhnya di ranjang dan kuciumi wajahnya yang manis. Kubuka tanktopnya juga BHnya dan kulempar ke lantai. Langsung kusantap buah dadanya yang masih dalam masa pertumbuhan itu, dan kujilati dan kuisapi putingnya hingga mengeras.
Lalu kubuka rok mininya, sehingga Taripun sudah telanjang bulat pasrah di atas ranjang. Jariku kemudian menari merambah vaginanya dan mengusap-usap klitorisnya.
"Tolong jangan Oom.. Aduh.. Oom.. Jangan Oom.. Tari masih perawan Oom." rengeknya. Aku menghentikan kegiatanku dan menatapnya
"Memangnya Bu Dita bilang apa?" tanyaku
"Katanya Tari nggak akan diperawani. Cuma dipegang dan diciumi aja" jawabnya terisak. Mendengar itu timbul perasaan iba karena ternyata dia telah dibohongi oleh Dita.
"Ya sudah..
"Kataku.
"Kamu hisap lagi aja kontol Oom seperti tadi" perintahku.
Akupun lalu tidur telentang dan Taripun kutarik hingga wajahnya berada di depan kemaluanku yang sudah berdiri tegak. Kutekan kepalanya perlahan, hingga Taripun kembali memberikan kenikmatan mulutnya pada kemaluanku. Tampak dari tatapanku, kepalanya naik turun menghisapi kemaluanku. Tangankupun mengelus- elus rambutnya penuh rasa sayang seperti rasa sayang bapak kepada anaknya.
"Ya terus.. Sayang" erangku menahan nikmat yang tiada tara.
Setelah beberapa menit, kutarik tubuhnya sehingga wajahnya tepat berada diatas wajahku. Kuciumi bibirnya sambil tanganku meremas-remas pantatnya. Kemudian kubalikkan badannya, sehingga badanku yang tinggi besar menindih tubuh belianya. Kusedot puting buah dadanya dan kugigit-gigit sehingga menimbulkan bekas memerah.
Lalu kurenggangkan pahanya, dan kuarahkan kemaluanku ke vaginanya.
"Jangan Oom.. Ampun Oom.. Jangan.. Ampun.." rengek Tari ketika kemaluanku mulai menyentuh bibir vaginanya.
Aku tambah bernafsu saja mendengar rengekannya, dan kutekan kemaluanku sehingga mulai menerobos liang vagina perawannya. Terasa sesuatu menghalangi kemaluanku, yang pasti adalah selaput daranya
"Ahh.. Sakiitt.." jeritnya menahan tangis ketika kutekan kemaluanku merobek selaput daranya.
Kutahan sebentar menikmati saat aku mengambil keperawanan anak ini, kemudian kugerakkan pantatku maju mundur menyetubuhinya.
"Ah.. Nikmat.. Ahh.. God.. Memekmu enak Tari." racauku
"Oh.. Ampun.. Sakit.. Udah Oom.. Ampun.." Tari merintih kesakitan sambil menangis.
"Yes.. You naughty girl.. Daddy must punish you.. Yeah.." aku kembali meracau kenikmatan.
Kugenjot terus kemaluanku, dan aku merasakan nikmatnya jepitan vagina Tari yang sangat sempit itu. Tampak air mata Tari meleleh membasahi pipinya, dan ketika kugenjot kemaluanku tampak wajahnya menyeringai menahan sakit.
Kemudian kutarik pahanya sehingga melingkari pinggangku, dan sambil duduk di ranjang kugenjot lagi vaginanya. Tanganku sibuk menjelajahi buah dadanya.
Bosan dengan posisi itu, kubalikkan badannya dan kusetubuhi dia dengan gaya "doggy style". Sudah tak terdengar lagi rengekan Tari, hanya suara erangannya dan isak tangisnya yang memenuhi ruangan itu.
"Ahh.. Sakit Oom ampun.." rengeknya kembali ketika rambutnya kutarik sehingga wajahnya terdongak ke atas.
Sambil kusetubuhi tubuhnya, kadang kuciumi dan kugigiti pundak dan lehernya dari belakang, sambil tanganku memerah buah dadanya.
Setelah kurang lebih satu jam aku setubuhi dia dengan berbagai macam posisi, akupun tak tahan untuk mengeluarkan cairan ejakulasiku. Kubalikkan badannya dan kugesek- gesekkan kemaluanku di dadanya. Kadang kugesek-gesekkan juga ke seluruh wajahnya.
"Ahh.. Memang enak perawan kamu Tari.." erangku sambil menumpahkan spermaku di dadanya.
Akupun kemudian bergegas menuju toilet untuk membersihkan diri. Kemaluanku pun kubersihkan dari sisa sperma bercampur darah perawan Tari. Sekembalinya aku dari toilet, kulihat Tari masih terbaring di ranjang sambil menangis terisak- isak. Kubiarkan saja dia di sana, karena aku sudah merasa puas dan merasa menjadi lebih muda setelah mereguk kenikmatan dari anak itu.
Kuminum sisa birku, dan kutelepon Dita untuk menjemput Tari. Tak lama, Dita pun datang.
"Gimana Pak Robert?" tanyanya tersenyum.
"Wah.. Puas.. Tuh anak enak banget" kataku tertawa kecil.
"Syukurlah Pak Robert puas. Sengaja saya pilihin yang bagus kok Pak" katanya lagi.
"Percaya deh sama Dita. Tuh anaknya masih di kamar"
Dita pun masuk ke kamar tidur sedangkan aku nonton TV di sofa. Lagi- lagi masih berita perang di CNN. Sementara itu, terdengar Tari menangis di kamar sedangkan Dita berusaha menghiburnya. Setelah kurang lebih setengah jam, merekapun muncul dari dalam kamar tidur.
"Saya permisi dulu Pak Robert" pamit Dita.
"Oh ya Dit.., kalau ada yang bagus lagi telepon ya. Untuk obat awet muda." jawabku sambil mengedipkan mataku.
"Beres Pak" jawabnya sambil menggandeng Tari keluar.
"Ini tasnya ketinggalan" kataku sambil menyerahkan tas Tari yang berisi buah- buahan untuk adiknya itu. Kuperhatikan mata Tari masih sembab, dan jalannya pun agak pincang ketika meninggalkan kamar hotelku.
Tak lama akupun cek out dari hotel. Dalam perjalanan pulang ke apartemenku, aku mampir di panti pijat langgananku. Tubuhku agak pegal sehabis menyetubuhi Tari tadi. Setelah dipijat, dan mandi air hangat, tubuhku terasa sangat segar. Akupun bergegas pulang dengan mengendarai Mercy silver metalik kesayanganku. Tak lupa kusetel lagu Al Jarreau kesayanganku.
Taripun mulai lagi mengulum kemaluanku, walaupun hanya ujungnya saja yang masuk ke dalam mulutnya. Kutekan kemaluanku ke dalam mulutnya sehingga hampir separuhnya masuk kedalam mulutnya. Tampak dia tersedak ketika kemaluanku mengenai kerongkongannya. Dikeluarkannya
Baca SelengkapnyaTari, perawan innocen

KISAH SESAAT DENGAN MAMA LASTRI

Cerita SexKisah Sesaat Dengan Mama Lastri membuat aku malu sendiri kalau mengingat Kisah Hot aku itu,betapa tidak Cerita Sex dengan Mama Lastri terjadinya tanpa ada perencanaan yang matang namun terjadi begitu saja..!! Begini Kisah Hot nya : Namaku Roni usia 30 tahun. Aku menikahi Niken istriku dua tahun lalu dan kini Niken sedang hamil tua Niken adalah anak tertua dari dua bersudara usianya kini 25 tahun Karena kehamilan ini adalah yang pertama maka Niken sengaja pindah ke rumah ibunya untuk mendapatkan bimbingan dan bantuan pada saat persalinannya kelak Ibunya Niken alias ibu mertuaku bernama Sulastri usianya baru 46 tahun Mama Lastri begitu aku memanggilnya adalah korban poligami Bapak mertuaku menikahi sekretarisnya yang berusia jauh lebih muda sekitar lima tahun yang lalu Padahal menurutku Mama Lastri masih sangat cantik dan menarik Terutama body montoknya yang masih kencang tak kalah dengan Niken istriku Sejak aku pacaran dengan Niken aku sudah sering memperhatikan Mama Lastri yang menurutku lebih montok dibandingkan Niken Salah satu keunggulan Mama Lastri adalah pantatnya yang bulat dan besar Sementara buah dadanya mungkin sama dengan Niken istriku yang berukuran 36B Satu kebiasaan Mama Lastri di dalam rumah yang membuatku sering berdebar-debar adalah kebiasaannya yang hanya mengenakan handuk seusai mandi Dia tidak pernah membawa pakaian ke dalam kamar mandi Pakaian kotornya ditanggalkan di kamar tidur pergi ke kamar mandi dengan lilitan handuk kemudian setelah mandi kembali ke kamar dengan badan yang dililit handuk juga Aku sudah sering mendapati Mama Lastri dengan lilitan handuk dan selalu saja mencuri pandang ke arah dadanya yang tidak tertutup sempurna dan sebagian pahanya yang mulus dan montok Selain itu ibu mertuaku juga tidak pelit dalam berbagi pemandangan indah selangkangannya Kalau sedang duduk nonton TV beliau cuek saja kalau kedua pahanya terbuka dan memperlihatkan kemulusan paha serta sebagian celana dalamnya Pada intinya aku sangat senang menginap di rumah mertuaku termasuk pada saat istriku menanti saat kelahirannya Tidak sampai menginap seminggu istriku sudah siap untuk melahirkan Aku dan Mama Lastri segera membawa Niken ke RS menunggu beberapa jam sebelum Niken diputuskan untuk operasi Cesar Usai operasi Niken diputuskan harus rawat inap tiga malam Mama Lastri tentu saja minta diantar pulang Aku mempunyai kesempatan mengantar ibu mertuaku saat banyak kerabat berkunjung ke kamar rawat inap Niken Sepanjang perjalanan Mama Lastri asyik menelpon seseorang dan suaranya terdengar begitu manja aku menduga dia menelpon suaminya Salah satu percakapannya dia meminta orang itu datang ke rumah Sampai di rumah sudah pukul 7 malam mertuaku langsung mandi maklum hampir 12 jam berada di RS Aku mendapatkan kesempatan lagi memandang tubuh montoknya dibalut handuk Entah mengapa malam itu wajah Mama Lastri begitu riang mungkin karena menunggu orang yang ditelponnya itu Saking riang suasana hatinya dia tak menutup pintu kamar saat kembali dari kamar mandi Aku yang berada di dalam kamar seberangnya tentu saja dengan mudah melihat ke dalam kamarnya Aku meneguk ludah dan langsung terangsang melihat ibu mertuaku menjatuhkan handuk yang membalut Tubuh Bugilnya yang montok Posisinya membalakangiku sehingga yang tampak adalah bongkahan pantatnya yang besar namun masih kencang Mama Lastri meneruskan ritual mengenakan baju tanpa menyadari bahwa aku memandanginya dari belakang. Mulai dari mengenakan celana dalam beha sampai dengan berpakaian lengkap Peristiwa itu membuat kepalaku langsung pening birahiku yang memuncak seperti berkumpul di kepala Namun karena aku harus kembali ke RS maka aku berusaha melupakannya Saat aku hendak masuk ke mobil seorang lelaki seusiaku masuk ke pagar rumah dan berkata padaku ingin bertemu dengan Mama Lastri Aku baru pertama kali bertemu dengan pria itu dan kemudian masuk ke dalam rumah untuk memberi tahu Mama Lastri Ibu mertuaku itu tampak sangat senang dia berhambur keluar dan mempersilahkan tamunya masuk sementara aku pamit untuk pergi ke RS Sampai di RS masih banyak kerabat yang datang berkunjung dan mengucapkan selamat pada isteriku Entah mengapa aku lupa membawa perlengkapan kosmetik istriku sehingga ia menyuruhku kembali ke rumah untuk mengambilnya Dengan berat hati terpaksa aku meluncurkan mobil kembali ke rumah Karena berniat hanya sebentar aku memarkir mobil di luar pagar rumah Sepatu pria yang menjadi tamu ibu mertuaku masih di depan pintu rumah Suara TV yang menyala membuat suaraku membuka pintu mungkin tidak terdengar oleh Mama Lastri. Aku mulai curiga ketika tidak mendapatkan Mama Lastri maupun tamunya di ruang tamu maupun di ruang TV Dengan penuh penasaran dan suara pelan aku mendekati kamar Mama Lastri Pintu kamar Mama Lastri tidak tertutup rapat dan seperti dugaanku aku mendengar lenguhan dan jeritan Mama Lastri Enghcchh entot terus Tante ya Okh ya begitu terdengar jelas erangan erotis Mama Lastri Aku sudah 100% yakin bahwa Mama Lastri sedang digarap oleh pria muda tadi Tiba tiba muncul ide gilaku Kalau aku menangkap basah Mama Lastri mesum dengan pria tak dikenal maka aku akan memiliki kartu As ibu mertuaku yang bisa kugunakan untuk meminta jatah juga darinya Maka tanpa keraguan lagi aku membuka pintu kamar dengan tiba tiba Mama mama sedang apa teriakku Kehadiranku yang tiba tiba membuat dua insan telanjang yang sedang ML itu terhenyak kaget Sang pria terlompat dari posisinya yang sedang mengocok vagina Mama Lastri Sementara Mama Lastri yang sedang mengangkang dengan refleks menutup selangkangannya yang baru saja digarap oleh sang pria muda Ohhh Roni kenapa kamu balik lagi tanya Mama Lastri gugup Sang pria yang juga gugup itu langsung menyambar pakaiannya dan lari keluar kamar sehingga tinggal aku dan Mama Lastri di dalam kamar Menyadari tinggal berdua dengan nakal aku menatap tubuh telanjang ibu mertuaku yang belum sejam yang lalu aku intip itu Mama Mama montok sekali pujiku jujur ketika memandang buah dadanya yang besar dan masih kencang Puting susunya yang besar dan berwarna coklat mengacung di tengahnya Roni kamu Mama Lastri tampak kaget menyadari kalau aku terpesona oleh tubuh telanjangnya Menyadari situasi tidak seburuk yang dia duga Mama Lastri tersenyum manis Kedua paha yang tadinya dia himpit untuk menutupi selangkangannya dengan perlahan dia buka wow seruku penuh nafsu melihat bukit selangkangan Mama Lastri yang montok dengan jembut yang hanya disisakan di bagian atas sementara bagian lainnya dicukur habis Vaginanya yang basah dan berkilat sudah agak menganga maklum barusan habis digarap Hmmm Kamu nakal juga ya Ron seru ibu mertuaku senang melihat tingkahku mama lebih nakal pastinya balasku Eh Mama kan masih muda masih butuh dong Mama Lastri memberi alasan Kalau kamu mau boleh juga kok tapi jangan sampai Niken tahu Benar nih Mama Emang Memek Mama masih legit candaku Kurang ajar kamu kalau kamu sudah ngerasin pasti ketagihan seru Mama Lastri manja Kamu tunggu sebentar di sini buka tuh celana kamu Mama pingin lihat kontolmu serunya jorok sambil bangkit dari tempat tidur dan hendak berjalan keluar kamar Aku menyempatkan meremas pantat besarnya Ih nakal jerit Mama Lastri ketika pantatnya kuremas Dia berjalan ke luar kamar dengan telanjang bulat dan memanggil manggil pria tadi yang ternyata bernama Farhan Sementara aku menuruti perintahnya membuka celanaku sehingga penisku yang sudah mengeras mengacung penuh birahi Sekitar 5 menit tak ada lagi suara memanggil dari Mama Lastri tapi wanita itu tidak segera muncul di kamar justru kemudian terdengar Mama Lastri memanggilk Roni Sini kamu panggil Mama Lastri dari ruang tengah Sial aku yang masih canggung memakai kembali celanaku meskipun tidak aku kancingkan. Aku berjalan menuju ruang tengah dan mendapatkan ibu mertuaku dalam posisi duduk mengangkang di sofa tengah digarap oleh si Farhan itu Aku terpaku sejenak bingung bercampur kecewa..hhhddecchh..Kisah Sesaat Dengan Mama Lastri. Eh kenapa bengong kan Mama suruh kamu buka celana okh seru Mama Lastri sambil menikmati kocokan Farhan di vaginanya Sini mana kontolmu biar Mama emut Tapi Mama kataku canggung dengan kehadiran Farhan yang sedang asyik menikmati vagina Mama Lastri Sudah sini biarin Farhan menyelesaikan PR nya gara gara kamu tadi bikin kaget dia belum selesai katanya enteng sambil menarik celanaku Aku yang sudah terlanjur birahi tak berdaya menolak ajakan Mama Lastri yang memeloroti celanaku dan menggenggam penisku bagai seorang penyanyi yang sedang menggenggam mikrofon Sejenak kemudian ibu mertuaku dengan sangat bernafsu mengoral penisku sambil terus menikmati kocokan farhan di Vaginanya. Edan tak pernah terlintas sedikitpun dalam pikiranku mengenai perilaku seks ibu mertuaku ini Meskipun aku sadar ada kebinalan dalam dirinya namun aku tak sampai berpikir bahwa dia akan melakukan gang bang seperti ini Aku yang tadinya agak sungkan lama-kelamaan akhirnya larut dalam birahi yang diciptakan oleh perilaku Sex Mama Lastri yang agak menyimpang itu. Kamu jangan bengong dong Ron remas nih tetek Mama pilin pilin putingnya mama Lastri memerintahku Bagaikan budak seksnya aku menuruti perintah itu tentu dengan suka cita Kamu juga Farhan pake tanganmu untuk pijat pijat itilku kini giliran Farhan yang kena perintah Kami menjadi dua orang pria muda menjadi budak seks sorang perempuan setengah baya Aku asyik meremas-remas buah dada montok Mama Lastri dan memilin milin putting susunya yang besar sementara itu Farhan asyik mengocok vagina sambil mengusap dan memijat klitoris Mama Lastri Mama Lastri sang nyonya besar begitu menikmati permainan gang bang itu wajahnya sangat mesum dan melenguh keenakan sampai akhirnya sang nyonya besar tak mampu menahan desakan orgasmenya Okhh Yess Yess Kocok yang keras Farhan Ayooo Mama Lastri menjerit sambil melejat-lejat keenakan Kamu juga Ron tarik putingku Farhan mengocok vagina Mama Lastri dengan irama cepat sementara aku menarik putting susunya yang sudah mengeras semuanya dilakukan demi memberikan sensasi Orgasme yang dahsyat buat sang nyonya besar yang begitu senang mendapatkannya Aku sangat beruntung Farhan tak sempat orgasme ketika Mama Lastri sudah selesai dengan orgasme spektakulernya Vagina ibu mertuaku meskipun mungkin sudah agak longgar akibat serangan Farhan namun setidaknya belum dibasahi oleh spermanya Masih ada peluang untukku menikmati liang kenikmatan Mama Lastri yang pernah melahirkan istriku itu Mama Lastri hanya istirahat sebentar sebelum menyuruhku tiduran di atas sofa Ayo giliran kamu Ron menikmati Memek Mama Lastri ajaknya Pasti kamu sudah ngiler kan sama memek Mama ditanggung kamu kecanduan Tapi saya maunya doggy style Ma biar sambil meremas pantat Mama pintaku Heh kamu suka pantat Mama ya Mama Lastri tertawa bangga kalau kamu suka boleh kok doggy style tapi ada syaratnya Iya Ma saya suka pantat Mama yang besar apa syaratnya tanyaku Jilatin dulu memek Mama nih dengan santainya Mama Lastri menyodorkan selangkangannya padaku yang terlentang di atas sofa. Vagina ibu mertuaku terpampang dihadapanku Vagina merah itu sudah merekah dan basah maklum habis dihajar penis Farhan dan barusan sudah meraih orgasmenya Namun dengan semangat membara aku menjilati vagina itu tak peduli kalau vagina itu sudah bekas pakai Mama Lastri sangat senang dengan kepatuhan dan gairahku itu Nah gitu Enak Hmmm kan sekarang Mama jadi terangsang lagi ujarnya sambil melenguh keenakan jangan cuma dijilat hisap tuh itil Mama okh Yaa Eh kamu jangan bengong farhan sini Kontolmu saya hisap supaya keluar tuh peju kamu yang sudah di ujung sambil menikmati oralku Mama Lastri juga mengoral penis Farhan. Edannn ibu mertuaku itu begitu lihai mempermainkan kami berdua Tak lama kemudian aku lihat Farhan berteriak mau keluar dan kemudian spermanya meleleh dari mulut Mama Lastri mengalir sampai buah dadanya Mama Lastri menelan sebagian sperma yang masuk ke mulutnya dan mengusap sebagian lain yang masih tersisa di bibir leher dan buah dadanya Jorok sekali Nah sekarang giliran kamu Roni ayo entot Mama seperti anjing ajak Mama Lastri sambil mengubah posisinya menjadi nungging sambil berpegangan di sofa Aku bangun dari sofa dan menghadap pantat besar nan montok yang kuimpikan itu Plok plok aku menampar bongkahan pantat besar itu dengan gemas dan nafsu kemudian meremasnya Ehh nakal kamua ya ayo masukin kontolmu pinta Mama Lastri Ada dua lubang di situ silahkan kamu pilih yang mana huu Saya pilih yang ini dong Ma blesss penisku menghujam vaginanya dari belakang Okhhh Mama Lastri menjerit merasakan penuhnya Liang Vagina oleh batang penisku Sejenak kemudian aku sudah asyik masyuk dengan vagina nikmat ibu mertuaku mengocoknya sambil meremas panta besarnya Entah bisikan dari mana tiba tiba liang anus yang terpampang diantara pantat besarnya begitu menantangku Sumpah dua tahun aku menikah tidak pernah aku terangsang oleh anus isteriku Tapi kini anus ibu mertuaku tampak sangat seksi di mataku Mungkin akibat kata kata Mama Lastri sebelumnya yang menawarkan lubang itu atau karena bentuknya yang jadi menarik karena diapit oleh bongkahan pantatnya yang besar dan montok entahlah Dengan sedikit malu-malu aku menyentuh lubang anus itu dengan jariku sambil terus mengocok vagina Woww Yaaa itu juga enak Roni kamu harus coba Mama Lastri sangat girang dengan sentuhanku pada anusnya Edan pikiranku langsung terbayang kalau ibu mertuaku ini juga suka melakukan Anal Sex Benar-benar wanita jalang pikirku Saya belum pernah Ma memang Mama pernah tanyaku investigatif. kuno sekali kamu ejek Mama Lastri Sudah dua kontol yang pernah menjajal lubang itu dan semuanya langsung keenakan hiii Edan ternyata memang benar ibu mertuaku ternyata hypersex dan penggemar fantasi seks yang aneh aneh Coba kamu ludahin anus Mama biar basah terus kamu usap usap ayo perintah Mama Lastri Seperti perintah yang lain aku menurutinya Kuludahi anusnya yang berlubang sempit itu sehingga basah dan kemudian aku usap dengan jari Nah begitu sekarang masukin jari kamu pelan pelan pintanya lagi Dengan canggung aku memasukkan jari telunjukku ke dalam liang itu agak mudah karena sudah basah oleh air liurku Lubang Anus itu terasa sempit namun elastis Tiba-tiba Mama Lastri melakukan kontraksi liang anusnya dan astaga terasa olehku dinding-dinding liang anusnya menjepit jariku Haaa gimana rasanya Itu baru jari telunjuk sudah begitu rasanya gimana kalu kontolmu Mama berani taruhan kalau kamu langsung nyemprot haahaa Eksperimen anal dan semua ucapan joroknya membuatku semakin bernafsu menghajar vaginanya Sampai akhirnya aku tak kuasa menahan luapan birahiku Spermaku tumpah di dalam rahimnya rahim wanita yang pernah mengandung istriku Ohcckk saya puas Ma jeritku keenakan He enak mana memek Mama sama memek Niken tanyanya bangga Eh enakan punya Mama jawabku jujur Kalau gitu kapan Mama butuh kamu siap ya Mama Lastri meminta atau memerintahku tidak ada bedanya Tapi aku mengangguk setuju Siapa yang tidak mau mengulanginya fantasi seks binal yang nikmat dengan ibu mertuaku yang seksi nan montok Setelah orgasme aku pamit mau kembali ke RS takut isteriku marah menungguku Sementara Mama Lastri tampaknya masih lanjut dengan ronde berikutnya dengan Farhan Sial enak benar si Farhan sontoloyo itu..!! Itulah Kisah Hot ku yang terjadi tanpa perencanaan terlebih dahulu mungkin Cerita Sex ku akan terus berjalan entah sampai kapan akan terhenti bersama sang Kisah Sesaat Dengan Mama Lastri.
Baca SelengkapnyaKISAH SESAAT DENGAN MAMA LASTRI

CERITA TANTE WATI JAMU MIAMI HEAT

Cerita SexCerita Tante Wati Jamu Miami Heat seakan tak pernah hilang dari bayang Cerita Sex aku. Sebenarnya Cerita Hot selalu mengiringi kehidupanku baik itu dulu maupun sekarang,dan itu juga yang akan aku paparkan kali ini yang bercerita tentang Cerita Tante Wati Jamu Miami Heat. Untuk Jamu tak pernah lepas dari Cerita Hot karena setelah Minum Jamu ada mitos bahwa kuat dalam hal Berhubungan Intim ya kan..? Untuk itu silahkan kalian baca Cerita Sex aku kali ini....!!! Aku lama-lama menyukai tempat tinggalku Meski harga kontraknya naik terus setiapkali kuperpanjang kontraknya Tempat ku ini sangat strategis di dalam gang hanya ada rumah ku Meski pengap karena dikelilingi tembok tinggi tetapi aku suka karena tak ada orang yang bisa melihat kegiatanku dan aku jadi merasa bebas Setelah Mia meninggalkan diriku aku jadi jomblo Mau pacaran aku malas dengan basa basi dan berbagai tuntutan Untuk melampiaskan libido ku siapa saja yang kusenangi sering kubawa ke kamar yang istimewa ini Karena alamatnya rumit banyak lika likunya tidak satu pun temen cewek ku yang berhasil mencari alamat ku Suatu hari saat aku baru membeli rokok di warung aku berpapasan dengan penjual jamu yang cukup mengagetkan Wajahnya manis dan bodynya bahenol betul Nggak salah ini orang jadi tukang jamu kata ku membatin Mbak jamu tegurku Dia menoleh Mau minum jamu mas tanyanya Iya tapi jangan di sini ke rumah ajakku dan dia ikut dibelakang ku Sesampai di rumah si mbak melihat sekeliling Wah enak juga tempatnya mas ya ujarnya Mbak jamu apa yang bagus Lha mas maunya untuk apa apa yang mau untuk pegel linu masuk angin atau jamu kuat Kuat apa tanya ku Ya kuat segalanya katanya sambil melirik Genit juga si mbak kata ku dalam hati Aku minta jamu kuat lah mbak biar kalau malam kuat melek bikin skripsi Tapi terus terang aku kurang mempunyai keberanian untuk menggoda dan mengarahkan pembicaraan ke yang porno-porno Sejak saat itu mbak jamu jadi sering menghampiriku Mas kemarin kemana saya kesini kok rumahnya dikunci Saya ketok sampai pegel nggak ada yang buka Oh ya kemarin ada kuliah sore jadi saya dari pagi sampai malam di kampus kataku Mas ini mas jamu kunyit asam bagus untuk anak muda biar kulitnya cerah dan jauh dari penyakit Mbak suaminya mana tanya ku iseng Udah nggak punya suami mas kalau ada ngapain jualan Jamu berat berat Anak punya mbak Belum ada mas orang suami saya dulu udah tua mungkin bibitnya udah abis Kami semakin akrab sehingga hampir setiap hari aku jadi langganannya Kadang kadang lagi nggak punya duit dia tetap membuatkan jamu untuk ku Dia pun sudah tidak canggung lagi masuk ke rumah ku Bahkan dia sering numpang ke WC Mbak Wati begitulah dia mengaku namanya setelah beberapa kali mengantar jamu Dia kini memasuki usia 27 tahun asalnya dari daerah Wonogiri Mbak Wati menganggap rumah ku sebagai tempat persinggahan tetapnya. Dia selalu protes keras jika aku tidak ada di rumah Semula Tante Wati mengunjungi ku pada sekitar pukul 13 Tapi kini dia datang selalu sekitar pukul 5 sore Kalau dia datang ke rumah ku jamunya juga sudah hampir habis Paling paling sisa segelas untuk ku Rupanya Tante Wati menjadikan rumah ku sebagai terminal terakhir Ia pun kini makin berani Dia tidak hanya menggunakan kamar mandiku untuk buang hajat kecil tetapi kini malah sering mandi Sampai sejauh ini aku menganggapnya sebagai kakakku saja Karena dia pun menganggapku sebagai adiknya Sering kali dia membawa dua bungkus mi instan lalu direbus di rumah ku dan kami sama-sama menikmatinya. Sebetulnya pikiran jorokku sudah menggebu-gebu untuk menikmati tubuh Tante Wati ini Namun keberanian ku untuk memulainya belum kutemukan Mungkin juga karena aku tidak berani kurang ajar jadi Mbak Wati makin percaya pada diri ku Padahal wooo ngaceng Aku hanya berani mengintip jika Tante Wati mandi Lubang yang sudah kusiapkan membuatku makin ngaceng saja kalau menikmati intaian Tapi bagaimana nih cara mulainya Mas boleh nggak saya nginep di sini tanya Mbak Wati suatu hari Saya mau pulang jauh dan sekarang sudah kesorean lagi pula besok saya nggak jualan capek katanya beralasan tanpa saya tanya Lha Mbak tempat tidurnya cuma satu Nggak papa saya tidur di tiker aja Mas yang tidur di kasur Bener nih kata ku dengan perasaan setengah gembira Karena kupikir inilah kesempatan untuk menyergapnya Iya nggak apa apa koq katanya. Tanpa ada rasa canggung dia pun masuk kamar mandi dan mandi sepuasnya Aku pun tidak menyia nyiakan kesempatan untuk kembali mengintainya Badannya Yang mulus walaupun kulitnya tidak putih tetapi bentuk tubuhnya sangat sempurna sebagai seorang wanita Sayang dia miskin kalau kaya mungkin bisa jadi bintang film pikir ku Teteknya cukup besar mungkin ukuran 36 pentilnya kecil dan bulu jembutnya tebal sekali Mungkin ada hubungannya dengan kumis tipis yang ada di atas bibirnya itu Selesai mandi kini giliranku masuk kamar mandi dan membersihkan diri Aku nggak tahan sehingga kesempatan mandi juga kugunakan untuk ngloco Mas mandinya koq lama sekali sih ngapain aja tanyanya mengagetkan Ah biasa lah keramas sekalian biar seger kata ku Itu saya buatkan kopi jadi keburu dingin deh abis mandinya lama banget Malam itu kami ngobrol ke sana kemari dan aku berusaha mengorek informasi sebanyak mungkin mengenai dirinya Mas suka di pijet nggak katanya tiba tiba Wah nggak nggak nolak kata ku bercanda Sini saya pijetin mas Tanpa menunggu terlalu lama aku segera menuju ke kamar dikuti Tante Wati dan semua baju dan celana ku ku buka tinggal celana dalam Kumatikan lampu sehingga suasana kamar jadi agak remang remang Nggak nyangka sama sekali ternyata mbak Wati pinter sekali memijat Dia menggunakan cairan body lotion yang dibawanya untuk melancarkan mengurut Aku benar-benar pasrah Meski ngaceng berat tetapi aku nggak berani kurang ajar Cilakanya Tante Wati ini tidak canggung sedikit pun merambah seluruh tubuhku sampai mendekati si dicky Beberapa kali malah ke senggol sedikit membuat jadi tambah tegang aja Mas celananya dibuka saja ya biar nggak kena cream Terserahlah mbak kata ku pasrah Dengan cekatan dia memelorotkan celana dalam Sehingga aku kini jadi Telanjang BulatApa mbak nggak malu melihat saya telanjang tanya ku Ah nggak apa-apa saya dulu sering memijat suami saya Dia yang ngajari saya mijet Tegangan ku makin tinggi karena tangan nya tanpa ragu-ragu menyenggol kemaluan ku Dia lama sekali memijat bagian dalam paha ku tempat yang paling sensitive dan paling merangsang Mungkin kalau ada kabel di hubungkan diriku dengan lampu sekarang lampunya bakal menyala orang teganganku sudah mulai memuncak Aku tidur telungkup sambil berfikir gimana caranya memulai Akhirnya aku berketetapan tidak mengambil inisiatif Aku akan mengikuti kemana kemauan Tante Wati Kalau terjadi ya terjadilah kalau nggak yaa lain kali mungkin. Tapi aku ingin menikmati dominasi perempuan atas laki-laki Setelah sekitar satu jam aku tidur telungkup Tante Wati memerintahkan aku telentang Tanpa ragu dan tanpa rasa malu dan bersalah aku segera menelentangkan badan ku Otomatis si dicky yang dari tadi berontak kini bebas tegak berdiri Celakanya si dicky tidak menjadi perhatian Mbak Wati dia tenang saja memijat dan sedikitpun tidak berkomentar mengenai dicky ku Kaki kiri kaki kanan paha kiri paha kanan kepala tangan kiri tangan kanan lalu perut Bukan hanya perut tetapi si Dicky pun jadi bagian yang dia pijat Aku melenguh. Aduh Tante... Kenapa mas katanya agak manja Aku nggak tahan ngaceng banget Ah nggak apa apa tandanya mas normal Udah tengkurep lagi mas istirahat sebentar saya mau ke kamar mandi sebentar Lama sekali dia di kamar mandi sampai aku akhirnya tertidur dalam keadaan telungkup Dan telanjang Tiba-tiba aku merasa ada yang menindihku dan kembali kurasakan pijatan di bahu Dalam keadaan setengah sadar kurasakan ada seusatu yang agak berbeda Kenapa punggungku yang didudukinya terasa agak geli Kucermati lama lama aku sadar yang mengkibatkan rasa geli itu ada bulu-bulu apa mungkin Mbak Wati sekarang telanjang memijatiku Ternyata memang benar begitu Tetapi aku diam saja tidak berkomentar Kunikmati usapan bulu jembut yang lebat itu di punggungku Kini aku sadar penuh dan dicky yang dari tadi bangun meski aku sempat tertidur makin tegang Wah kejadian deh sekarang pikirku dalam hati Balik mas katanya setelah dia turun dari badan ku Aku berbalik dan ruangan jadi gelap sekali Ternyata semua lampu dimatikannya Aku tidak bisa melihat Mbak Wati ada dimana Dia kembali memijat kakiku lalu duduk di atas kedua pahaku Ia terus naik memijat bagian dadaku dan seiring dengan itu jembutnya berkali kali menyapu si dicky Kadang-kadang si dicky ditindihnya sampai lama dan dia melakukan gerakan maju mundur Beberapa saat kemudian aku merasa tante wati mengambil posisi jongkok dan tangannya memegang batang si dicky Pelan-pelan di tuntun kepala si dicky memasuki lubang kemaluannya Aku pasrah saja dan sangat menikmati dominasi perempuan Lubangnya hangat sekali dan pelan pelan seluruh tubuh si dicky masuk ke dalam Lubang Vagina Tante Wati lalu merebahkan dirinya memeluk diriku dan pantatnya naik turun sehingga si dicky keluar masuk Kadang-kadang saking hotnya si dicky sering lepas lalu dituntunnya lagi masuk ke lubang yang diinginkan Karena aku tadi sudah ngloco dan posisiku di bawah aku bisa menahan agar mani ku tidak cepat muncrat Gerakan tante Wati makin liar dan nafasnya semakin memburu. Tiba tiba dia menjerit tertahan dan menekan sekuat-kuatnya kemalauannya ke si dicky Dia berhenti bergerak dan kurasakan lubang vaginanya berdenyut denyut Mbak wati mencapai orgasmenya yang pertama Dia beristirahat dengan merebahkan seluruh tubuhnya ke tubuhku Jantungnya terasa berdetak cepat Aku mengambil alih dan membalikkan posisi tanpa melepas si dicky dari lubang Memek Tante Wati Ku atur posisi yang lega dan mencari posisi yang paling enak dirasakan oleh memek mbak Wati Aku pernah membaca soal G spot Titik itulah yang kucari dengan memperhatikan reaksi mbak wati Akhirnya kutemukan titik itu dan serangan terus ku kosentasikan kepada titik itu sambil memaju dan memundurkan si dicky Mbak wati mulai melenguh-lenguh dan tak berapa lama dia berteriak dia mencapai klimaks tertinggi sementara itu aku juga sampai pada titik tertinggi ku Dalam keadaan demikian yang terpikir hanya bagaimana mencapai kepuasan yang sempurna Kubenamkan si dicky sedalam mungkin dan bertahan pada posisi itu sekitar 5 menit Kontolku berdenyut-denyut dan Lubang Vagina Tante Wati juga berdenyut lama sekali Mas terima kasih ya saya belum pernah main sampai seenak ini Saya ngantuk sekali mas Ya sudah lah tidur dulu Aku bangkit dari tempat tidur dan masuk kamar mandi membersihkan si dicky dari mani yang belepotan Aku pun tidak lama tertidur Paginya sekitar pukul 5 aku bangun dan ternyata mbak wati tidur di samping Kuraba memeknya lalu ku cium tanganku bau sabun Berarti dia tadi sempat bangun dan membersihkan diri lalu tidur lagi Dia kini tidur nyenyak dengan ngorok pelan Kuhidupkan lampu depan sehingga kamar menjadi agak remang-remang Kubuka atau kukangkangkan kedua kakinya Aku tiarap di antara kedua pahanya dan kusibakkan jembut yang lebat itu untuk memberi ruang agar mulutku bisa mencapai memeknya Lidahku mencari posisi clitoris mbak wati Perlahan-lahan kutemukan titik itu aku tidak segera menyerang ujung clitoris karena kalau mbak wati belum terangsang dia akan merasa ngilu Daerah sekitar Clitoris aku jilat dan lama lama mulai mengeras dan makin menonjol Mas kamu ngapain mas jijik mas udah mas tangannya mendorong kepala ku tetapi kutahu tenaganya tidak sunguh sungguh karena dia juga mulai mengelinjang Tangannya kini tidak lagi mendorong kepalaku mulutnya berdesis desis dan diselingin teriakan kecil manakala sesekali kusentuh ujung clitorisnya dengan lidahku Setelah kurasakan clitorisnya menonjol penuh dan mengeras serangan ujung lidahku beralih ke ujung clitoris Pinggul mbak wati mengeliat seirama dengan gerakan lidahku Tangannya kini bukan berusaha menjauhkan kepalaku dari vaginanya tetapi malah menekan, sampai aku sulit bernafas Tiba-tiba dia menjepitkan kedua pahanya ke kepalaku dan menekan sekeras-kerasnya tangannya ke kepalaku untuk semakin membenam Vaginanya berdenyut denyut Dia mencapai klimak Beberapa saaat kupertahankan lidah ku menekan clitorisnya tanpa menggerak gerakkannya Setelah gerakannya berhenti aku duduk di antara kedua pahanya dan kumasukkan jari tengah ke dalam memeknya kucari posisi G-spot dan setelah teraba kuelus pelan Dengan irama yang tetap Tante Wati kembali menggerakkan pinggulnya dan tidak lama kemudian dia menjerit dan menahan gerakan tanganku di dalam memeknya Lubang vaginanya berdenyut lama sekali Aduh mas ternyata mas pinter sekali..heee..kan ini cuman Cerita Tante Wati Jamu Miami HeatAku kira mas nggak suka perempuan Aku sampai penasaran mancing mancing mas tapi kok nggak nyerang-nyerang aku Jadi aku bikin alasan macem-macem supaya bisa berdua sama mas Aku segen mbak takut dikira kurang ajar Selain itu aku juga ingin menikmati jika didului perempuan Ah mas nakal menyiksa aku Tapi aku suka mas orangnya sopan nggak kurang ajar kayak laki laki lain Mas tadi kok nggak jijik sih jilati memek ku Aku belum pernah lho digituin Rasanya enak juga ya kata Mbak Wati Wati mengaku ketika berhubungan dengan suaminya yang sudah tua dulu hanya hubungan yang biasa saja dan itu pun mbak wati jarang sampai puas Dia mengaku belum pernah berhubungan badan dengan orang lain kecuali suaminya dan diriku Pantes memeknya enak sekal peret mbak kata ku Wong tukang jamu koq yo terawat toh yo Sekarang gantian mbak barang ku mbok jilati donkk Aku ra iso he mas Nanti tak ajari Balasannya Tante Wati mengambil posisi diantara kedua pahaku dan mulai memegang si dicky dan pelan-pelan memasukkan mulutnya ke ujung kontol Dia berkali-kali merasa mau muntah tetapi terus berusaha mengemut si dicky Setelah terbiasa akhirnya dikulumnya seluruh batang kontolku sampai hampir mencapai pangkalnya Aku merasa ujung si dicky menyentuh ujung tenggorokkannya. Dia memaju-mundurkan batang di dalam kulumannya Ku instruksikan untuk juga melakukannya sambil menghisap kuat kuatdia menuruti semua perintahku Bagian zakarnya juga dijilatnya seperti yang kuminta Dia tidak lagi mau muntah tetapi mahir sekali Setelah berlangsung sekitar 15 menit kini aku perintahkan dia tidur telentang dan aku segera menindihnya. Mas kontole kok enak tenan keras sampai Memekku rasanya penuh sekali Kugenjor terus sambil kosentrasi mencari titik G Tidak sampai 5 menit Mbak wati langsung berteriak keras sekali Dia mencapai orgasme tertinggi Sementara aku masih agak jauh Setelah memberi kesempatan jeda sejenak Tante Wati kusuruh tidur nungging dan kami melakukan dengan Dogy Style Rupanya pada posisi ini titik G Mbak wati tergerus hebat sehingga kurang dari 3 menit dia berteriak lagi dan aku pun mencapai titik tertinggi sehingga mengabaikan teriakannya dan kugenjot terus sampai seluruh maniku hambis di dalam memek mbak wati Dia tertidur lemasaku pun demikian Sekitar jam 8 pagi kami terbangun dan bersepakat mandi bareng Badan Mbak wati memang benar-benar sempurna Teteknya besar menentang pinggulnya besar dan pinggangnya ramping Setelah malam itu Tante Wati jadi sering menginap di kamar ku Sampai satu hari dia datang dengan muka sedih Mas aku disuruh pulang ke kampung mau dikawinkan sama Pak lurah Aku berat sekali mas pisah sama mas tapi aku nggak bisa nolak keinginan orang tua ku katanya bersedih Malam itu Tante Wati nginap kembali di kamar ku dan kami main habis-habisan Seingat saya malam itu saya sampai main 7 ronde sehingga badan ku lemas sekali..itu sepenggal Cerita Sex aku tentang Cerita Tante Wati Jamu Miami Heat.
Baca SelengkapnyaCERITA TANTE WATI JAMU MIAMI HEAT

CERITA BUDE BIGGEST LOSER

Biggest LoserCerita Sex seakan tak pernah habis untuk di publikasikan,memang Kisah Sex adakalanya bisa berguna buat Keharmonisan Rumah Tangga dan itu juga yang akan aku tulis kali ini Biggest Loser yang selalu terkenang sampai kini.Dan itu yang senantiasa berkecamuk di sanubari ini sehingga terciptalah satu Cerita Sex yang akan kusuguhkan pada kalian yaitu CERITA BUDE BIGGEST LOSER. Kedatanganku ke ibukota satu setengah tahun yang lalu adalah untuk mengikuti selelksi penerimaan Bintara Polisi yang memang sudah menjadi cita sitaku sejak kecil Aku sendriri berasal dari desa di satu Kecamatan di Jawa Tengah Orang tuaku hanya petani biasa sehingga untuk masuk menjadi Poliusi dengan biaya ratusan juta seperti di daerahku jelas suatu kemustahilan Jadilah aku menumpang di sepupu ayahku sebut saja Bude Sum bukan nama sebenarnya Budeku seorang janda berumur 58 tahun yang hidup dari uang pensiunan pegawai rendahan salah satu Departemen, disamping dari beberapa rumah kontrakan berbentuk petak peninggalan almarhum suaminya yang memang asli Betawi Dari perkawinan mereka Bude tidak dikaruniai anak hidup di Jakarta ditemani seorang pembantu paruh baya bernama mBok Tarmi yang merangkap tugas menjadi penjaga warung sembako BudeKarena tahun lalu aku gagal dalam seleksi sambil mengisi waktu aku membantu apa saja yang bisa aku lakukan yang dapat meringankan Bude Dari menagih uang kontrakan jaga warung sampai pekerjaan sehari-hari dirumah Kehadiranku di rumah ini sangat disambut senang oleh Bude yang memang tidak mempunyai anak disamping aku sendiri bukan orang yang pemalas Sampai suatu hari karena kesalahannku timbul satu masalah Hidup di Jakarta tanpa teman membuat aku sering bosan setelah selesai membantu Bude biasanya aku sempatkan untuk ke Warnet tidak jauh dari tempat tinggalku Disanalah semua kenakalanku bermula biasanya disana aku membuka Situs Porno yang menjadi kegemaran baruku di Jakarta Buntutnya imajinasi dan khayalanku menjadi liar tanpa ada penyaluran Setelah puas melihat gambar dan film porno biasanya aku pulang ke rumah dan melampiaskannya dengan beronani sambil menciumi pakaian dalam Bude atau mBok Tarmi Sesekali aku mengintip mBok Tarmi mandi di kamar mandi belakang yang memang tanpa atap dari lt2 tempat menjemur pakaian Terlalu sering mengintip mBok Tarmi membuat aku penasaran ingin merasakan kehangatan tubuh seorang wanita apalagi jika aku mengintip tubuh mBok Tarmi yang berdada dan berpantat besar khas wanita usia 40+ Suatu malam aku beranikan diri mengendap-ngendap masuk ke kamar mbok Tarmi yang sedang terlelap Kucoba sentuh payudaranya mencoba melihat vaginanya yang ditutupi celana dalam kendor dan dekil Kelihatannya mBok Tarmi tidur begitu lelapnya hingga tidak sedikitpun terjaga saat kupegang payudara dan Vaginanya sambil tangan kiriku sibuk mengocok kontolku Sekitar lima menit mengocok tumpahlah spermaku juga sampailah kepuasanku melampiaskan hasrat sex ku Setelah membersihkan sisa ceceran sperma di seprai aku beringsut ke ruang tengah tempat di mana aku biasa tidur dan terlelap hingga esok paginya. Malam berikutnya aku mengulangi pengalaman kemarin malam mengendap masuk ke kamar mBok Tarmi dengan persiapan lebih lengkap (membawa body lotion sachetan dari warung bude untuk ngocok kontol Kali ini mbok tarmi tidur dengan berselimut kain tanpa pakaian hanya Bra dan CD saja Aku bersyukur lebih leluasa aku melihat tubuhnya Atau malah kupikir ini adalah salah satu tanda lampu hijau seperti cerita bokep yang biasa aku baca dari situs dewasa Aku jadi makin berani kalau kemarin hanya memegang dari luar sekarang kucoba beranikan diri untuk mencium payudara dan Memeknya walaupun masih dari luar CD kendornya Rupanya perkiraan ku ternyata meleset mbok Tarmi tidur seperti itu bukan lantaran mempersilahkan aku tapi memang udara malam itu yang sangat panas sehingga mbok Tarmi memutuskan tidur tanpa pakaian Saat aku mencoba mempraktkan cara menjilat memek mBok Tarmi terbangun Ngapain kamu To O Iya namaku sebut saja Anto bukan nama sebenarnya kok kamu ada di sini sambil membetulkan posisi kainnya yang sudah tidak lagi menutupi tubuhnya Aku kebingungan sambil berusaha menutupi kontolku yang sedang tegang berlumuran lotion bekas tadi dikocok eh nGga mBok habis si mBok tidur ngga pake baju sih jawabku sekenanya mBok Tarmi marah dan mengusir aku dari kamar sambil mengancam akan melaporkan ulahku kepada Bude aku berusaha meminta maaf dengan kata-kata yang pelan supaya jangan sampai Budeku bangun Ya sudah kamu keluar kalau nggak tak laporin budemu nanti sungut mBok Tarmi Dengan langkah gontai akupun berjalan menuju ruang tengah tempat biasa aku tidur di depan TV dengan perasaan was was kalau2 dia melaporkan ulahku pada Budeku Aku berusaha untuk tidur dan menghibur diri kalau mBok Tarmi memaafkan aku dan tidak akan melaporkan pada Budeku.Esoknya aku berusaha bersikap wajar dan melakukan aktifitas yang biasa aku kerjakan sehari-hari Sore harinya aku terkaget begitu diberitahu oleh bude kalau mBok Tarmi mala ini akan pulang ke kampungnya di Cilacap menggunakan travel langgan Tiwas aku pasti mBok Tarmi sudah memberitahu bude perihal insiden kemarin malam Namun apa bisa dikata nasi telah menjadi bubur Satu satunya jalan lebih baik aku mengakui semua kesalahannku dan meminta maaf pada bude Selepas kepergian mBok Tarmi aku mengetuk kamar bude untuk meminta maaf Kuutarakan penyesalannku atas kepulangan mbok Tarmi yang lantaran perbuatannku Namun yang lebih mengagetkan ternyata kepulangan mBok Tarmi lantaran anak bungsungya sakit dan bukan lantaran perbuatannku Namun kenakalannku kadung aku ceritakan sama Bude ku Yo wes To anak seusia kamu memang sedang besar rasa ingin tahunya Besik kalau mBok Tarmi sudah balik kamu minta maaf dan jangan mengulangi lagi ya jawab budeku dengan bijaksana Terima kasih bude timpalku seraya mohon pamit keluar kamar Selang 30 menit bude memanggil aku yang sedang tiduran untuk masuk ke kamarnya Aku mematuhi panggilannya dan duduk ditepi ranjang lalu bude berkata padaku memang yang bikin kamu penasaran dari s Tarmi itu opo to le Maksud Bude jawabku pura pura tidak mengerti Kalau kamu penasaran pingin tahu seperti apa punyanya orang perempuan mending kamu minta sama bude saja dari pada ngisin-ngisini minta sama si Tarmi kata budeku Kaget bercampur senang aku mendengarnya Kalau dibanding mBok Tarmi walau usia budeku lebih tua tapi bodinya lebih terawat Payudaranya lebih besar kulitnya putih dan CDnya pun tidak dekil seperti mBok Tarmi. Tentu saja aku girang Tenan Bude kataku meyakinkan Iya pokoknya malem ini kamu tidur disini saja sama Bude Nanti kamu boleh apain aja Bude sambil membuka baju daster dan hanya menyisakan Bra dan CD Sontak kontolku terbangun melihat pemandangan yang selama ini cuma aku lihat di internet Biggest LoserAkupun segera memegang buah dadanya yang besar dan mengobok-ngobok memeknya yang masih tertutup celana dalam Jangan buru-buru, buka baju dulu biar enak sana kata budeku Setelah kami sama-sama telanjang aku mencoba menghisap payudaranya dan menjilat vaginany Baru sekitar tiga menit si otong sudah tidak tahan dan memuntahkan sperma yang berhamburan di atas sprei Makanya jangan buru-buru kata bude sana bersihin dulu di kamar mandi nanti bude bikin bangun lagi ujarnya Setelah membersihkan si otong dari sisa sperma aku masuk kembali ke kamar sambil menggunakan celan pendek yang biasa aku kenakan kalau tidur Kenapa pake celana To kata bude Sini buka lagi Bude bikin enak Aku hanya menurut sambil membuka celanaku dan naik ke atas ranjang Dielusnya kotolku dengan Biggest Loser lembut menimbulkan sensai tersendiri Lalu dihisapnya kontolku yang bikin perasaannku laksana mengawang Tahu tahu kami sudah pada posisi 69 budeku di atas sibuk Mengulum Kontolku Sedangkan aku disuguhi lubang memek yang selama ini menjadi kepenasaran aku Mula-mula aku merasa jijik untuk menjilat memek bude namun bude bersuaha mengajarkan aku cara menjilat memek yang benar Akupun menjadi terbiasa Sekitar lima menit pada posisi itu bude merubah posisi Ditungganginya aku tana kesulitan kontolku masuk kedalam memeknya yang rimbun sambil lidahku disuguhi papaya Bangkok milik bude Tak lama berselang peju sudah memenuhi ujung kontolku dan berhamburan membasahi liang memek bude Aku mengerang puas namun kulihat Bude belum apa-apa Aku minta maaf karena tidak dapat menahan dan memuaskan bude Nggak apa apa le namanya juga baru Sana kamu bersihin dulu terus kamu minum susu dari warung nanti bude bikin bangun lagi kata bude menghibur aku. Setelah kami minum coklat hangat bersama-sama bude kembali mengoral si otong dilanjutkan dengan menunggangi aku tanpa posisi 69 Lima menit kemudian bude mengerang dan mengejang tanda kepuasan sudah sampai Tak lama akupun menyusul mencapai kenikmatan Malam itu aku mendapatka enam kali kepuasan sedangkan budeku tiga kali mengejang merasakan nikmatnya hujaman kontolku Esoknya warung tidak buka dengan alasan mBok Tarminya pulang kampong padahal kami terlalu lelah akibat kerja lembur semalaman Siangnyapun kami melanjutkan mereguk kenikmatan yang baru saja aku dapatkan Tentu saja sudah sedikit mahir dalam hal ini Dua minggu kemudian mBok Tarmi kembali dari kampungnya namun hanya sebentar Budeku member pesangon dan meminta mbok Tarmi untuk tidak lagi bekerja di rumah tersebut dengan alasan menghindari kenakalannku akan mbok Tarmi Padahal itu semua agar kami bebas melakukan hubungan suami istri di rumah Buntutnya aku tidak jadi masuk POLISI budeku menyekolahkan aku di sebuah Universitas Swasta yang memang tidak jauh dari rumah Orang tuaku sangat senang tahu anaknya dikuliahkan di Jakarta Sesuatu yang masih jarang untuk ukuran masyarakat kampungku Aku lebih senang lagi.. Itulah Cerita Sex aku yang aku kasih judul CERITA BUDE BIGGEST LOSER.
Baca SelengkapnyaCERITA BUDE BIGGEST LOSER

CERITA SEX TERBARU

Cerita Sex TerbaruCerita Sex Terbaru kali ini akan bercerita tentang asmara yang pernah aku alami beberapa waktu yang lalu memang Cerita Sex aku sengaja aku tulis di Blogspot ini sebagai memori manis yang tak terlupakan sepanjang masa. Cerita Sex seakan tak pernah habis dalam kamus hidupku mungkin inilah takdir yang harus aku terima bahwa selalu saja ada Cerita Sex Terbaru di episode hidupku. Kulirik jam ROLEX KU Kira kira setengah jam lagi waktu kuliah habis Siang tadi kakak iparku nelepon memintaku datang ke rumahnya setelah kuliah Aku bertanya tanya karena biasanya hanya abangku saja yang menelponku menanyakan sesuatu atau memintaku untuk menjaga rumahnya jika dia ada urusan keluar kota Rintik rintik hujan mulai turun semakin lebat Mbak Limah yang bekerja di rumah abangku ini bergegas ke halaman belakang untuk mengambil jemuran Kemudian Den Mad teriaknya keras dari belakang rumah Aku berlari menuju arah suaranya dan melihat Mbak Limah terduduk di tepi jemuran Kain jemuran berhamburan di sekitarnya Den Mad tolong Mbak Limah bawakan kain ini masuk pintanya sambil menyeringai mungkin menahan sakit Mbak tadi tergelincir sambungnya Aku hanya mengangguk sambil mengambil kain yang berserakan lalu sebelah tanganku coba membantu Mbak Limah berdiri Sebentar Mbak Saya bawa masuk dulu kain ini kataku sembari membantunya memegang kain yang berada di tangan Mbak Limah Aku bergegas masuk ke dalam rumah Kain jemuran kuletakkan di atas kasur di kamar Mbak Limah Ketika aku menghampiri Mbak Limah lagi dia sudah separuh berdiri dan mencoba berjalan terhuyung huyung Hujan semakin lebat seakan dicurahkan semuanya dari langit Aku menuntun Mbak Limah masuk ke kamarnya dan mendudukkan di kursi Dadaku berdetak kencang ketika tanganku tersentuh buah dada Mbak Limah Terasa kenyal sehingga membuat darah mudaku tersirap naik Kuakui walau dalam umur awal 30 an ini Mbak Limah tidak kalah menariknya jika dibandingkan dengan kakak iparku yang berusia 25 tahun Kulitnya kuning langsat dengan potongan badannya yang masih menarik perhatian lelaki Tidak heran pernah Mbak Limah kepergok oleh abangku bermesraan dengan laki laki lain Tolong ambilkan Mbak handuk pinta Mbak Limah ketika aku masih termangu-mangu Aku menuju ke lemari pakaian lalu mengeluarkan handuk dan kuberikan kepadanya Terima kasih Den Mad katanya dan aku cuma mengangguk-angguk saja Kasihan Mbak Limah dia adalah wanita yang paling lemah lembut Suaranya halus dan lembut Bibirnya senantiasa terukir senyum walaupun dia tidak tersenyum Rajin dan tidak pernah sombong atau membantah Dianggapnya rumah abangku seperti rumah keluarganya sendiri Tak pernah ada yang menyuruhnya karena dia tahu tanggung jawabnya Kadang-kadang saya memberinya sedikit uang bila saya datang ke sana Bukan karena apa sebab dia mempunyai sifat yang bisa membuat orang sayang kepadanya Abangku tidak pernah memarahinya Gajinya setiap bulan disimpan di bank Pakaiannya dibelikan oleh kakak iparku hampir setiap bulan Memang dia cantik dan tak tahu apa sebabnya hingga suaminya menceraikannya Kabarnya dia benci karena suaminya main serong Hampir 6 tahun lebih dia menjanda setelah menikah hanya 3 bulan Sekarang dia baru berusia 33 tahun masih muda Kalau masalah kecantikan memang kulitnya putih Dia keturunan Cina Rambutnya mengurai lurus hingga ke pinggang Dibandingkan dengan kakak iparku masing masing ada kelebihannya Kelebihan Mbak Limah ialah sikapnya kepada semua orang Budi bahasanya halus dan sopan Mbak Limah berdiri lalu mencoba berjalan menuju ke kamar mandi Melihat keadaannya masih terhuyung huyung dengan cepat kupegang tangannya untuk membantu Sebelah tanganku memegang pinggang Mbak Limah Kutuntun menuju ke pintu kamar mandi Terasa sayang untuk kulepaskan peganganku sebelah lagi tanganku melekat di pinggangnya Mbak Limah menghadap ke diriku saat kutatap wajahnya Mata kami saling bertatapan Kulihat Mbak Limah sepertinya senang dan menyukai apa yang kulakukan Tanganku jadi lebih berani mengusap usap lengannya lalu ke dadanya Kuusap dadanya yang kenyal menegang dengan puting yang mulai mengeras Kudekatkan mulutku untuk mencium pipinya Dia berpaling menyamping lalu kutarik lagi pipinya Mulut kamipun bertemu Aku mencium bibirnya Inilah pertama kalinya aku melakukannya kepada seorang wanita Erangan halus keluar dari mulut Mbak Limah Ketika kedua tanganku meremas punggungnya dan lidahku mulai menjalari leher Mbak Limah Ini semua akibat film BF dari CD Rom yang sering kutonton dari rumah teman Mbak Limah bersandar ke dinding tetapi tidak meronta Sementara tanganku menyusup masuk ke dalam bajunya mulut dan lidahnya kukecup Kuhisap dan kugelitik langit langit mulutnya Kancing BH-nya kulepaskan Tanganku bergerak bebas mengusap buah dadanya Putingnya kupegang dengan lembut Kami sama sama hanyut dibuai kenikmatan walaupun kami masih berdiri bersandar di dinding Kami terangsang tak karuan Nafas kami semakin memburu Aku merasa tubuh Mbak Limah menyandar ke dadaku Dia sepertinya pasrah Baju daster Mbak Limah kubuka Di dalam cahaya remang dan hujan lebat itu kutatap wajahnya Matanya terpejam Daging kenyal yang selama ini terbungkus rapi menghiasi dadanya kuremas perlahan lahan Bibirku mengecup puting buah dadanya secara perlahan Kuhisap puting yang mengeras itu hingga memerah Mbak Limah semakin gelisah dan nafasnya sudah tidak teratur lagi Tangannya liar menarik narik rambutku sedangkan aku tenggelam di celah buah dadanya yang membusung Mulutnya mendesah desah Puting Payudaranya yang merekah itu kujilat berulangkali sambil kugigit perlahan lahan Kulepaskan ikatan kain di pinggangnya Lidahku kini bermain di pusar Mbak Limah sambil tanganku mulai mengusap-usap pahanya Ketika kulepaskan ikatan kainnya tangan Mbak Limah semakin kuat menarik rambutku Den Maddd Den Mad suara Mbak Limah memanggilku perlahan Aku terus melakukan usapanku Nafasnya terengah engah ketika celana dalamnya kutarik ke bawah Tanganku mulai menyentuh daerah kemaluannya Rambut halus di sekitar kemaluannya kuusap-usap perlahan Ketika lidahku baru menyentuh kemaluannya Mbak Limah menarikku berdiri Pandangan matanya terlihat sayu bagai menyatakan sesuatu Pandangannya ditujukan ke tempat tidurnya Aku segera mengerti maksud Mbak Limah seraya menuntun Mbak Limah menuju tempat tidur Bau kemaluannya merangsang sekali Dengan satu bau khas yang sukar diceritakan Den Maddd bisiknya perlahan di telingaku Aku terdiam sambil mengikuti apa yang kuinginkan Mbak Limah sepertinya membiarkan saja Kami benar benar tenggelam Mbak Limah kini kutelanjangkan Tubuhnya berbaring telentang sambil kakinya menyentuh lantai Seluruh tubuhnya cukup menggiurkan Mukanya berpaling ke sebelah kiri Matanya terpejam Tangannya mendekap kain sprei Buah dadanya membusung seperti minta disentuh. Puting susunya terlihat berair karena liur hisapanku tadi Perutnya mulus dan pusarnya cukup indah Kulihat tidak ada lipatan dan lemak seperti perut wanita yang telah melahirkan Memang Mbak Limah tidak memiliki anak karena dia bercerai setelah menikah 3 bulan Kakinya merapat Karena itu aku tidak dapat melihat seluruh kemaluannya Cuma sekumpulan rambut yang lebat halus menghiasi bagian bawah Kemudian tanganku terus membuka kancing bajuku satu-persatu ritsluiting jeansku kuturunkan Aku Telanjang Bulat di hadapan Mbak Limah Penisku berdiri tegang melihat kecantikan sosok tubuh Mbak Limah Buah dada yang membusung dihiasi puting kecil dan daerah di bulatan putingnya kemerah-merahan Indah sekali kupandang di celah pahanya Mbak Limah telentang kaku Tidak bergerak Cuma nafasnya saja turun naik Lalu akupun duduk di pinggir kasur sambil mendekap tubuhMbak Limah Sungguh lembut tubuh mungil Mbak Limah Kupeluk dengan gemas sambil kulumat mesra bibir ranumnya Tanganku meraba seluruh tubuhnya Sambil memegang puting susunya kuremas remas buah dada yang kenyal itu Kuusap-usap dan kuremas remas Nafsuku terangsang semakin hebat Penisku menyentuh pinggang Mbak Limah Kudekatkan penisku ke tangan Mbak Limah Digenggamnya penisku erat-erat lalu diusap usapnya Memang Mbak Limah tahu apa yang harus dilakukan Maklumlah dia pernah menikah Dibandingkan denganku aku cuma tahu teori dengan melihat film BF itu saja Tanganku terus mengusap perutnya hingga ke celah selangkangannya Terasa berlendir basah di kemaluannya Aku beralih dengan posisi 69 Rupanya Mbak Limah mengertikeinginanku Lalu dipegangnya penisku yang sudah tegang dan dimasukkannya ke dalam mulutnya Mataku terpejam-pejam ketika lidah Mbak Limah melumat kepala penisku dengan lembut Penisku dikulum sampai ke pangkalnya Sukar untuk dibayangkan betapa nikmatnya diriku Bibir Mbak Limah terasa menarik-narik batang penisku Tidak tahan diperlakukan begitu aku lalu mengerang menahan nikmat Kubuka lebar-lebar paha Mbak Limah sambil mencari liang Vaginanya Kusibakkan vaginanya yang telah basah itu Kujulurkan lidahku sambil memegang clitorisnya Mbak Limah mendesah Kujilat jilat dengan lidahku Kulumat dengan mulutku Liang kemaluan Mbak Limah semakin memerah Bau kemaluannya semakin kuat Aku jadi semakin terangsang Seketika kulihat air berwarna putih keluar dari lubang vaginanya Tentu Mbak Limah sudah cukup terangsang pikirku Aku kembali pada posisi semula Tubuh kami berhadapan Tangannya menarik tubuhku untuk rebah bersama Buah dadanya tertindih oleh dadaku Mbak Limah memperbaiki posisinya ketika tanganku mencoba mengusap-usap pangkal pahanya Kedua Kaki Mbak Limah mulai membuka sedikit ketika jariku menyentuh kemaluannya Lidahku mulai turun ke dadanya Putingnya kuhisap sedikit kasar Punggung Mbak Limah terangkat-angkat ketika lidahku mengitari perutnya Akhirnya jilatanku sampai ke celah pahanya Mbak Limah semakin membuka pahanya ketika aku menjilat clitorisnya kulihat Mbak Limah sudah tidak bergerak lagi Kakinya kadang kadang menjepit kepalaku sedangkan lidahku sibuk mencari tempat-tempat yang bisa mendatangkan kenikmatan baginya Erangan Mbak Limah semakin kuat dan nafasnya pun yang terus mendesah Rambutku di tarik-tariknya dengan mata terpejam menahan kenikmatan Aku bertanya Gimana Mbak rasanya suaraku lembut dan sedikit manja Dia tidak menjawab Dia hanya membuka matanya sedikit sambil menarik napas panjang Aku mengerti Itu bertanda dia setuju Tanpa disuruh aku mengarahkan penisku ke arah lubang vaginanya yang kini telah terbuka lebar Lendir dan liurku telah banjir di gerbang VaginanyaKugesek-gesekan kepala penisku di cairan yang membanjir itu Perlahan-lahan kutekan ke dalam Tekanan penisku memang agak sedikit susah Terasa sempit Kulihat Mbak Limah menggelinjang seperti kesakitan Pelan pelan Den Madd Mbak Limah berbicara dengan nafas sesak Aku sekarang mengerti Kemaluan Mbak Limah sudah sempit lagi setelah 6 tahun tidak disetubuhi walaupun dia sudah tidak perawan lagi Memang aku belum berpengalaman kerena ini merupakan pertama kalinya aku menyetubuhi seorang wanita walau umurku sudah matang Kutekan lagi Kumasukkan penisku perlahan-lahan Kutekan punggungku ke depan sangat hati hati Terasa memang sempit Lalu Mbak Limah memegang lenganku erat erat Mulutnya meringis seperti orang sedang menggigit tulang Hanya sebagian penisku yang masuk Kubiarkan sebentar penisku berhenti terdiam Mbak Limah juga terdiam Tenang Sementara itu kupeluk tubuh Mbak Limah dengan gemas sambil memainkan buah dadanya menjilat mengusap dan menggigit gigit lembut Mulutnya kukecup sambil lidahnya kumainkan Kami memang sudah sangat bernafsu dan terangsang Lalu kemudian aku bertanya dengan suara lembut Mau diteruskan Mbak Limah membuka matanya Di bibirnya terlihat senyum manis yang menggairahkan Kutekan penisku ke dalam. Kemudian kutarik ke belakang perlahan-lahan Kuhentakkan perlahanlahan Memang sempit kemaluan Mbak Limah mencengkram seluruh batang penisku Penisku terasa seperti tersedot di dalam Vagina Mbak Limah Kami makin terangsang Penisku mulai memasuki kemaluan Mbak Limah lebih lancar Terasa hangatnya sungguh menggairahkan Mata Mbak Limah terbuka menatapku dengan pandangan yang sayu ketika penisku mulai kukeluar masukkan Bibirnya dicibirkan rapat rapat seperti tidak sabar menunggu tindakanku selanjutnya Sedikit demi sedikit penisku masuk sampai ke pangkalnya Mbak Limah mendesah dan mengerang seiring dengan keluar masuknya penisku di kemaluannya Kadang kadang punggung Mbak Limah terangkat-angkat menyambut penisku yang sudah melekat di kemaluannya Berpuluh-puluh kali kumaju-mundurkan penisku seiring dengan nafas kami yang tidak teratur lagi Suatu ketika aku merasakan badan Mbak Limah mengejang dengan mata yang tertutup rapat Tangannya memeluk erat erat pinggangku Punggungnya terangkat tinggi dan satu keluhan berat keluar dari mulutnya secara pelan Denyutan di kemaluannya terasa kuat seakan melumatkan penisku yang tertanam di dalamnya. Goyanganku semakin kuat Kasur Mbak Limah bergoyang mengeluarkan bunyi berdecit decit Leher Mbak Limah kurengkuh erat sambil badanku rapat menindih badannya Ketika itu seolah olah aku merasakan ada denyutan yang menandakan air maniku akan keluar Denyutan yang semakin keras membuat penisku semakin menegang keras Mbak Limah mengimbanginya dengan menggoyangkan pinggulnya Goyanganku semakin kencang Kemaluan Mbak Limah semakin keras menjepit penisku Kurangkul tubuhnya kuat kuat Dia diam saja Bersandar pada tubuhku Mbak Limah lunglai seperti tidak bertenaga Kugoyang terus hingga tubuh Mbak Limah seperti terguncang-guncang Dia membiarkan saja perlakuanku itu Nafasnya semakin kencang Dalam keadaan sangat menggairahkan akhirnya aku sampai ke puncak Air maniku muncrat ke dalam kemaluan Mbak Limah Bergetar badanku saat maniku muncrat Mbak Limah mengait pahaku dengan kakinya Matanya terbuka lebar memandangku Mukanya serius Bibir dan giginya dicibirkan Nafasnya terengah engah Dia mengerang agak kuat Waktu aku memuntahkan lahar maniku tusukanku dengan kuat menghunjam masuk ke dalam Kulihat Mbak Limah menggelepar gelepar Dadanya terangkat dan kepalanya mendongak ke belakang Aku lupa segala galanya Untuk beberapa saat kami merasakan kenikmatan itu Beberapa tusukan tadi memang membuat kami sampai ke puncak bersama-sama Memang hebat Sungguh puas Memang inilah pertama kalinya aku melakukan senggama Mbak Limah lah wanita pertama yang mendapatkan air perjakaku Walaupun dia seorang janda bagiku dia adalah wanita yang sangat cantik Waktu kami melakukan senggama tadi kami berkhayal entah kemana Mbak Limah memang hebat dalam permainannya Sebagai seorang yang tidak pernah merasakan kenikmatan persetubuhan bagiku Mbak Limah betul-betul memberiku surga dunia. Aku terbaring lemas di sisi Mbak Limah Mataku terpejam rapat seolah tidak ada tenaga untuk membukanya Dalam hati aku puas karena dapat mengimbangi permainan ranjang Mbak Limah Kulihat Mbak Limah tertidur di sebelahku Kejadian yang tidak pernah kuimpikan terjadi tanpa dapat dielakkan Mbak Limah juga telentang dengan mata tertutup seperti kelelahan mungkin lelah setelah dapat menghilangkan keinginan batinnya sejak menjanda 6 tahun yang lalu Kami masih berpelukan Kemudian Mbak Limah terasa seperti mengusap mukaku Kubuka mataku Dia tersenyum Aku tersenyum Seolah olah kami tidak merasa aneh berpelukan tanpa sehelai benang pun di tubuh kami Dia mencium bibirku Dia berbisik ketelingaku Terima kasih ya Den Mad Mbak Belum sempat dia menghabiskan kata-katanya aku bertanya Mbak puas Dia tersenyum dan mengangguk Dua kali jawabnya ringkas Den Mad kamu memang hebat penismu juga besar Panjang katanya Sementara itu ia mengocokkan batang penisku Suaranya membangkitkan gairahku. Mbak suka tanyaku Dia tersenyum Dia mengangguk tanda suka Saat itu juga tanganku memegang buah dadanya Tangannya mengocok terus penisku Penisku tegang lagi Kami jadi terangsang lagi Mbak mau lagi tanyaku dengan suara manja Dia tersenyum manis Apa yang kuimpikan kini benar benar menjadi kenyataan Perlahan lahan kubuka selimutnya Kulihat kaki Mbak Limah sudah mengejang Sedikit demi sedikit terus kutarik selimutnya ke bawah Segunduk daging mulai terlihat Ufff detak jantungku kembali berdegup kencang Kunikmati kembali tubuh Mbak Limah tanpa perlawanan. Gundukan bukit kecil yang bersih dengan bulu-bulu tipis yang mulai tumbuh di sekelilingnya tampak berkilat di depanku Kurentangkan kedua kakinya hingga terlihat sebuah celah kecil di balik gundukan bukit Mbak Limah Kedua belahan bibir mungil kemaluannya kubuka Melalui celah itu kulihat semua rahasia di dalamnya Aku menelan air liurku sendiri sambil melihat kenikmatan yang telah menanti Kudekatkan kepalaku untuk meneliti pemandangan yang lebih jelas Memang indah membangkitkan birahi Tak mampu aku menahan ledakan birahi yang menghambat nafasku Segera kudekatkan mulutku sambil mengecup bibir kemaluan Mbak Limah dengan bibir dan lidahku. Rakus sekali lidahku menjilati setiap bagian kemaluan Mbak Limah Terasa seperti tak ingin aku menyia nyiakan kesempatan yang dihidangkannya Setiap kali lidahku menekan keras ke bagian daging kecil yang menonjol di mulut vaginanya Mbak Limah mendesis dan mendesah keenakan Lidah dan bibirku menjilat dan mengecup perlahan Beberapa kali kulihat Mbak Limah mengejangkan kakinya Aku sangat menikmati bau khas dari liang kemaluan Mbak Limah yang memenuhi relung hidungku Membuat lidahku bergerak semakin menggila Kutekan lidahku ke lubang kemaluan Mbak Limah yang kini sedikit terbuka Rasanya ingin kumasukkan lebih dalam lagi tapi tidak bisa Mungkin karena lidahku kurang keras Tetapi kelunakan lidahku itu membuat Mbak Limah beberapa kali mengerang karena nikmat Dalam keadaan sudah terangsang kutarik tubuh Mbak Limah ke posisi menungging Ia menuruti permintaanku dan bertanya dengan nada manja. Den Mad mau diapakan badan Mbak bisiknya Aku rasa dia tak pernah diperlakukan seperti ini oleh suaminya dulu Aku diam saja Kuatur posisinya Tangannya meremas sprei hingga kusut Air mani Mbak Limah sudah membasahi Kemaluannya Kubuka pintu kemaluannya.Kulihat dan perhatikan dengan seksama Memang aku tidak pernah melihat kemaluan wanita serapat itu Kucium kemaluan Mbak Limah Bau anyir dan bau air maniku bercampur dengan bau asli vagina Mbak Limah yang merangsang Bau vagina seorang wanita. Jelas semua Bulu kemaluan Mbak Limah yang lembab dan melekat berserakan di sekitar vaginanya Kusibakkan sedikit untuk memberi ruang Kumasukkan jari telunjukku ke dalam Lubang Vagina nya Kumain-mainkan di dalamnya Kulihat Mbak Limah menggoyang punggungnya Kucium dan kugigit daging kenyal punggungnya yang putih bersih itu Kemudan kurangkul pinggangnya Kumasukkan penisku ke liang vaginanya Pinggang Mbak Limah seperti terhentak Perlahan-lahan kutusukkan penisku yang besar panjang ke lubang vaginanya dengan posisi doggy style Tusukanku semakin kencang Nafsu syahwatku kembali sangat terangsang Kali ini berkali kali aku mendorong dan menarik penisku Hentakanku memang kasar dan ganas Kuraih pinggang Mbak Limah Kemudian beralih ke buah dadanya Kuremas remas semauku bebas Rambutnya acak acakan Lama juga Mbak Limah menahan lampiasan nafsuku kali ini Hampir setengah jam Maklumlah ini adalah kedua kalinya Tusukanku memang hebat Kadang cepat kadang pelan Kudorong-dorong tubuh Mbak Limah Dia melenguh Dengusan dari hidungnya memanjang Berkali kali Seperti orang terengah engah kecapaian Ehh ek Ekh Ekh Akirnya aku merasakan air maniku hampir muntah lagi Waktu itu kurangkul kedua bahu Mbak Limah sambil menusukkan Penisku ke dalam Tenggelam semuanya hingga ke pangkalnya Waktu itulah kumuntahkan spermaku Kutarik lagi dan kuhunjamkan lagi ke dalam Tiga empat kali kugoyang seperti itu Mbak Limah terlihat pasrah mengikuti hentakanku Kemudian kupeluk tubuhnya walaupun penisku masih tertancap di dalam kemaluannya Kuelus elus buah dadanya Kudekati mukanya Kami berciuman Begitu lama hingga terasa penisku kembali normal Mbak Limah sepertinya kelelahan Keringat bercucuran di dahi kami Kami telentang miring sambil berpelukan Mbak Limah terlihat lemas lalu tertidur Melihat Mbak Limah begitu dan hujan masih belum reda birahiku bangkit kembali Kurangkul tubuh Mbak Limah dan aku bermain sekali lagi Kali ini Mbak Limah menyerah Dia tidak menolak Kumainkan kemaluannya sampai puas Bau di kamar ini adalah bau air mani kami Bunyi tempat tidur pun berdecit cit Ahh aaghh Sesudah itu perlahan-lahan aku berdiri dan memakai kembali pakaianku Aku keluar dari kamar Mbak Limah menuju ke ruang depan Sewaktu aku keluar barulah aku sadar pintu kamar Mbak Limah tidak tertutup rapat Rupa-rupanya kakak iparku sudah pulang Mendadak aku pucat kalau-kalau kejadian tadi disaksikan oleh kakak iparku Aku keluar sambil mencoba berlagak seperti tidak terjadi apa-apa Kemudian aku duduk di sofa Sebentar kemudian kakak iparku datang membawa minuman Kulihat mukanya biasa saja Kuyakinkan diriku bahwa kakak iparku tidak tahu apa yang telah terjadi tadi antara aku dengan Mbak Limah. Aku bertanya Abang tidak pulang sama Mbak Tidak Dia ke Singapore 4 hari jawabnya Dia tersenyum Minumlah dia mempersilakanku Kemudian dia berjalan menuju ke kamarnya Aku duduk dan menonton film Airforce One Mbak sebentar lagi mau pergi ambil mobil di sana Nanti malam tolong kamu tidur di sini ya sekilan jaga rumah katanya pendek Memang bagitulah biasanya Kalau abangku tidak ada aku yang jadi sopir kakak iparku untuk membawa Mercedeznya ke mana mana Malam itu aku tidak pulang ke flatku Tidur di rumah abangku Memang ada kamar khusus untukku di rumahnya yang cukup besar itu Tapi yang lebih spesial lagi bagiku adalah tidur dalam pelukan Mbak Limah.. Itulah Cerita Sex Terbaru ku.
Baca SelengkapnyaCERITA SEX TERBARU